Lupakan Aku

Lupakan Aku
Ah mana ada privasi hari ini. Hari ini, privasi bukan lagi macam kamar tidur yang terkunci, tapi macam baliho di pinggir jalan tol digital.
0 Komentar

Kalau rekomendasi “Right to be Forgotten alias lupakan aku” ini berjalan, NU bukan hanya penggerak dakwah, tapi juga penjaga etos digital.

Tapi kalau tidak, ya kita kembali ke kebiasaan lama: pandai bikin aturan, lebih pandai melanggarnya. Kita perlu melek digital agar tidak mudah dimanipulasi. Data pribadi itu, macam pulpen di kelas, selalu berpindah tangan, tapi selalu dipakai untuk menulis catatan orang lain. (Kang Marbawi, 270626)

0 Komentar