SUMEDANGEKSPRES – Musim kemarau mulai menunjukkan dampaknya terhadap sejumlah sumber mata air di Kabupaten Sumedang.
Mengantisipasi potensi gangguan pasokan air bersih, Perumda Air Minum Tirta Medal Sumedang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja perusahaan.
“Evaluasi ini membedah empat aspek strategis perusahaan,” kata Direktur Utama Perumda Tirta Medal Sumedang, Hj Imas Permasih, Rabu (8/7/2026).
Baca Juga:Bupati Sumedang Membuka MTQ Ke- 49 Tingkat Kabupaten: Sarana Menggemakan Syiar Al-Qur'anLantik Dewan Hakim MTQ ke-49, BUPATI: Harus Membumikan Nilai-nilai Al-Qur'an di Sumedang
Yakni, pelayanan, sumber daya manusia dan hukum, aspek umum dan keuangan, serta teknik, produksi dan sumber daya air.
Dikatakan, evaluasi tersebut menjadi langkah penting, untuk memastikan seluruh lini perusahaan, agar siap menghadapi tantangan pada musim kemarau.
“Kami ingin memastikan seluruh jajaran siap siaga menghadapi potensi penurunan debit air, di beberapa sumber mata air. Pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu dan apabila terjadi kendala, harus segera direspons dengan cepat dan profesional,” bebernya.
Imas menuturkan, musim kemarau selalu menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan air minum.
Sebab menurut Imas, sebagian besar pasokan air bersih sangat bergantung pada kondisi sumber mata air, yang debitnya dapat berkurang saat curah hujan menurun.
Karena itu, ia meminta seluruh pegawai, mulai dari kantor pusat, kantor cabang, unit pelayanan hingga unit produksi dan sumber daya air, untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
“Seluruh jajaran di cabang dan unit harus tetap siaga. Kita harus cepat, profesional, dan tidak ragu untuk turun langsung ke lapangan guna berinteraksi dengan konsumen saat terjadi kendala,” tegas Imas.
Baca Juga:Pemkab Sumedang Salurkan Bantuan Keuangan Kepada Delapan Partai PolitikKemarau dan Jaringan Rusak, Picu Gangguan Distribusi Air Perumda Tirta Medal ke Pelanggan
Imas menambahkan, keberhasilan pelayanan publik tidak hanya diukur dari aspek teknis semata, tetapi juga dari kemampuan perusahaan dalam membangun komunikasi dan empati kepada pelanggan.
Ia mengingatkan bahwa dalam kondisi tertentu, gangguan distribusi air bisa saja terjadi akibat faktor alam yang berada di luar kendali perusahaan. Namun, kondisi tersebut tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan kepada pelanggan.
“Ketika ada pelanggan yang terdampak, pegawai harus hadir, mendengarkan keluhan mereka, memberikan penjelasan secara terbuka, dan mencari solusi terbaik. Empati menjadi bagian penting dari pelayanan,” sambungnya.
Selain menekankan empati kepada pelanggan, kata Imas, manajemen juga mengingatkan pentingnya membangun kepedulian antarpegawai.
