Kemarau dan Jaringan Rusak, Picu Gangguan Distribusi Air Perumda Tirta Medal ke Pelanggan

Direktur Perumda Air Minum Tirta Medal Sumedang, Hj. Imas Permasih, menjelaskan, kondisi kemarau yang melanda
Direktur Perumda Air Minum Tirta Medal Sumedang, Hj. Imas Permasih, menjelaskan, kondisi kemarau yang melanda Kabupaten Sumedang berdampak langsung terhadap berkurangnya debit air dari sejumlah sumber baku.
0 Komentar

SUMEDANGEKSPRES – Gangguan distribusi air bersih kembali terjadi di sejumlah wilayah pelayanan Perumda Air Minum Tirta Medal Sumedang.Penyebabnya bukan hanya satu. Ada dua faktor utama yang membuat pasokan air ke pelanggan terganggu, yakni penurunan debit sumber air baku akibat musim kemarau dan kerusakan jaringan pipa distribusi utama.

Direktur Perumda Air Minum Tirta Medal Sumedang, Hj. Imas Permasih, menjelaskan, kondisi kemarau yang melanda Kabupaten Sumedang berdampak langsung terhadap berkurangnya debit air dari sejumlah sumber baku.

“Beberapa kantor cabang mengalami penurunan pasokan air baku yang cukup signifikan, baik dari sumur dalam, sumber air permukaan maupun mata air. Untuk sumber air permukaan, volume yang tersedia juga harus dibagi dengan kebutuhan irigasi pertanian yang saat ini juga terdampak kekeringan,” ujar Hj Imas Permasih, Senin (6/7/2026).

Baca Juga:Tinjau Progres Pembangunan Jembatan Sasak Beureum, Dony: Prioritas Pemda SumedangProgres Pembangunan Bendung Cariang Capai 10 Persen, Ditargetkan Rampung Tahun 2027

Menurutnya, pembagian air tersebut merupakan bentuk pengelolaan sumber daya air yang harus dilakukan secara proporsional agar kebutuhan masyarakat dan sektor pertanian tetap terlayani.

“Di satu sisi kami harus memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, namun di sisi lain sektor pertanian juga membutuhkan air untuk mempertahankan produksi pangan. Karena itu pembagian air menjadi langkah yang harus ditempuh meski berdampak pada berkurangnya produksi air bersih,” katanya.

Selain faktor alam, gangguan distribusi juga dipicu persoalan teknis di lapangan.

Imas mengungkapkan, khusus di wilayah pelayanan Cabang Sumedang Utara, distribusi air beberapa kali terganggu akibat pecahnya pipa Jaringan Distribusi Utama (JDU) PVC berdiameter 8 inci.

“Kerusakan pipa terjadi secara beruntun. Salah satu penyebabnya adalah efek water hammer atau lonjakan tekanan air secara tiba-tiba yang memberikan tekanan cukup besar pada jaringan pipa,” jelasnya.

Tak hanya itu, kondisi tanah juga turut memengaruhi usia jaringan perpipaan.

Menurutnya, jalur pipa yang berada di bawah permukaan tanah menerima tekanan akibat beban kendaraan dan pergerakan tanah secara alami. Kondisi tersebut menimbulkan tegangan pada pipa hingga akhirnya muncul retakan dan kebocoran, terutama pada titik sambungan yang paling rentan.

Baca Juga:Bupati Dony Hadiri Panen Raya di Tolengas:  Komitmen Perkuat Ketahanan Pangan Progres Sekolah Rakyat Sumedang Capai 87 Persen, Siap Beroperasi September

Meski menghadapi berbagai kendala, Perumda Tirta Medal memastikan tim teknis terus bekerja selama 24 jam untuk memperbaiki jaringan yang rusak dan mengoptimalkan distribusi air ke pelanggan.

0 Komentar