Harga Bahan Pokok Mulai Turun

Harga Bahan Pokok Mulai Turun
TERKENDALI: Aktivitas jual beli berlangsung di Pasar Sumedang Senin, Cipadung, Desa Tanjungmekar, Senin (13/7).(Kiki/Sumeks)
0 Komentar

SUMEDANGEKSPRES – Harga sejumlah bahan pokok di Pasar Sumedang Senin, Cipadung, Desa Tanjungmekar, mulai menunjukkan tren penurunan.

Kondisi itu menjadi kabar baik bagi masyarakat setelah beberapa waktu harga kebutuhan pokok sempat mengalami kenaikan.

Pedagang menyebut penurunan harga dipicu oleh membaiknya pasokan dari para pemasok sehingga stok di pasar kembali tersedia dalam jumlah cukup. Kondisi tersebut membuat harga sejumlah komoditas lebih terkendali.

Baca Juga:Mantan Dewan Gugat Keadilan Putusan Sengketa Harta Bersama DisoalNama Tatar Sunda Didukung Budayawan Dinilai Miliki Nilai Sejarah dan Budaya

“Alhamdulillah sekarang harga sudah turun dibanding sebelumnya,” kata Asep, salah seorang pedagang di Pasar Sumedang Senin, Senin (13/7).

Berdasarkan pantauan di pasar, harga beras medium berada di kisaran Rp13.000 hingga Rp13.500 per kilogram, sedangkan beras premium dijual Rp14.500 hingga Rp15.500 per kilogram. Sementara itu, harga telur ayam ras berkisar antara Rp22.000 hingga Rp29.000 per kilogram.

Menurut Asep, kelancaran distribusi menjadi faktor utama yang mendorong penurunan harga. Dengan stok yang kembali normal, pedagang tidak lagi kesulitan memenuhi permintaan konsumen.Penurunan harga disambut positif oleh masyarakat. Maya, salah seorang warga yang berbelanja di pasar, berharap kondisi tersebut dapat bertahan dalam jangka panjang.

“Kalau harga tetap stabil tentu sangat membantu, apalagi untuk kebutuhan sehari-hari keluarga,” ujarnya.

Pemerintah daerah juga terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan bahan pokok di sejumlah pasar tradisional. Langkah itu dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus mengantisipasi lonjakan harga yang berpotensi membebani masyarakat.

Masyarakat berharap tren penurunan harga dapat terus berlanjut sehingga kebutuhan pokok tetap terjangkau di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi pada musim kemarau.(kki)

0 Komentar