SUMEDANGEKSPRES– Menteri Ekonomi Kreatif RI Teuku Riefky Harsya melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumedang dengan berziarah ke makam Pahlawan Nasional Cut Nyak Dhien di Gunung Puyuh, dilanjutkan mengunjungi Keraton Sumedang Larang, Selasa (4/8)
Kunjungan tersebut disambut Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Hj. Tuti Ruswati, keluarga besar Keraton Sumedang Larang, serta rombongan Kerukunan Keluarga Aceh Raya.
Radya Anom Keraton Sumedang Larang Raden Luky Djohari Soemawilaga memaparkan sejarah perjuangan Cut Nyak Dhien hingga masa pengasingannya di Sumedang.
Baca Juga:Buka Ujian PPAT 2026, Wamen Ossy: Memastikan Layanan Pertanahan dari PPAT yang Kompeten dan ProfesionalMulai 17 Agustus, Kementerian ATR/BPN Uji Coba Layanan Peralihan Hak 10 Hari di 15 Kantah
Menurutnya, setelah ditangkap Belanda, Cut Nyak Dhien dipindahkan ke Sumedang atas prakarsa Bupati Sumedang Pangeran Arya Suria Atmaja (Pangeran Mekah).
Selama berada di Sumedang, sang pahlawan mendapat perlindungan dan penghormatan serta tetap mengajarkan agama Islam dan Al-Qur’an kepada masyarakat hingga wafat dan dimakamkan di Gunung Puyuh.
Dalam sambutannya, Sekda Sumedang Hj. Tuti Ruswati mengatakan kunjungan Menteri Ekonomi Kreatif memiliki makna strategis karena menghubungkan pelestarian sejarah dengan pengembangan ekonomi kreatif.
“Budaya adalah fondasi lahirnya kreativitas. Dari sejarah tumbuh inspirasi, dari budaya lahir inovasi, dan dari inovasi tercipta nilai ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Sumedang terus mengembangkan konsep Smart City berbasis budaya serta mendorong digitalisasi UMKM, pengembangan desa kreatif, perlindungan hak kekayaan intelektual, hingga promosi pariwisata budaya berbasis teknologi.
Sementara itu, Ketua Kerukunan Keluarga Aceh Raya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumedang dan Keraton Sumedang Larang atas sambutan hangat kepada rombongan masyarakat Aceh yang berziarah ke makam Cut Nyak Dhien.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengapresiasi Sumedang yang mampu menjaga warisan sejarah dan budaya.
Baca Juga:BRI Bekali PMI di Taiwan dengan Kewirausahaan dan Literasi Keuangan untuk Bangun Usaha ProduktifJika Tiba Saatnya
Menurutnya, daerah dengan akar budaya yang kuat memiliki peluang besar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi kreatif.
“Budaya harus tetap dijaga, tetapi juga harus mampu diolah menjadi storytelling, film, animasi, konten digital, seni pertunjukan, hingga berbagai produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat,” katanya.
Ia menilai Sumedang memiliki kekayaan sejarah yang dapat dikembangkan menjadi berbagai karya kreatif untuk memperkuat sektor pariwisata sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
