Dinsos Jemput Bola Seleksi Sekolah Rakyat

Dinsos Jemput Bola Seleksi Sekolah Rakyat
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kabupaten Sumedang, Komar berikan keterangan kepada awak media baru-baru ini.(Kiki/Sumeks
0 Komentar

SUMEDANGEKSPRES – Dinas Sosial Kabupaten Sumedang mendatangi rumah calon peserta didik Sekolah Rakyat (SR) Tahun Ajaran 2026/2027.

Langkah itu dilakukan untuk memastikan siswa yang diterima benar-benar berasal dari keluarga miskin atau rentan miskin.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kabupaten Sumedang, Komar, mengatakan calon siswa tidak hanya diverifikasi berdasarkan data administrasi. Petugas juga mengecek langsung kondisi sosial dan ekonomi keluarga di lapangan.

Baca Juga:Wamen Ossy Rapat Kerja Bersama Baleg DPR RI Bahas Penyusunan RUU Reforma AgrariaSekjen ATR/BPN Imbau Jajaran Satukan Visi Dukung Transformasi Layanan

“Langkah ini penting untuk memastikan Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan miskin yang memenuhi kriteria,” kata Komar saat ditemui di ruang kerjanya, Senin, (31/8).

Seleksi mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 120 Tahun 2025 dan Keputusan Menteri Sosial Nomor 63 Tahun 2026 tentang tata cara penerimaan peserta didik Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027.

Penjangkauan melibatkan Kementerian Sosial, Dinsos Sumedang, dan Badan Pusat Statistik. Kemensos mengerahkan pendamping Program Keluarga Harapan untuk mendatangi calon siswa yang masuk dalam daftar awal atau pre-list.

Dinsos kemudian memastikan kesesuaian calon penerima dengan sasaran program, termasuk keluarga yang tercatat dalam kelompok kesejahteraan terbawah. BPS melakukan verifikasi dan validasi ulang untuk mencocokkan data dengan kondisi keluarga sebenarnya.

Menurut Komar, mekanisme serupa diterapkan terhadap calon siswa pengganti. Jika ada calon siswa yang mengundurkan diri atau tidak memenuhi persyaratan, calon pengganti tidak langsung ditetapkan.

“Calon pengganti tersebut tidak serta-merta ditetapkan. Dinsos terlebih dahulu melakukan penjangkauan ulang untuk memastikan calon tersebut memenuhi persyaratan dan sesuai dengan sasaran program,” ujarnya.

Hasil penjangkauan menjadi dasar pengusulan yang kemudian ditetapkan melalui Surat Keputusan Kepala Dinas Sosial. Mekanisme tersebut, kata Komar, diperlukan agar kuota Sekolah Rakyat diisi peserta didik yang benar-benar memenuhi kriteria.

Baca Juga:Sudah Beli Tanah, tetapi Nama di Sertipikat Masih Penjual? Segera Proses Peralihan Hak Anda10 Hektare Jadi Laboratorium Padi

Peran Dinsos tidak berhenti pada proses seleksi. Dinas juga berkoordinasi untuk memenuhi kebutuhan penunjang program. Salah satunya penyediaan air bersih ketika terjadi kekurangan air pada musim kemarau.

“Dalam kondisi tersebut, Dinsos berkoordinasi dengan PDAM untuk membantu mengatasi persoalan krisis air bersih,” katanya.

Sekolah Rakyat memberikan pendidikan gratis dari jenjang SD hingga SMA bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan miskin. Program tersebut juga dirancang untuk menyentuh kondisi keluarga peserta didik.

0 Komentar