Abuya mengingatkan jamaah agar tidak mudah mengeluarkan kata-kata atau tulisan yang bisa memecah belah umat.
“Segala hal yang dapat meretakkan persatuan harus kita tepis. Tidak pantas seorang hamba Allah dan umat Nabi Muhammad mengeluarkan kata-kata maupun tulisan yang dapat memecah belah umat,” tutur Abuya.
Ia kemudian Abuya mengingatkan kembali jemaah, jangan hanya baik kepada sesama muslim.
Baca Juga:Bupati Dony Pilih Diam Soal Wabup: Jangan Berasumsi!Gerbang DPRD Sumedang Ambruk, Aktivis Desak Kasus Wabup Dibuka
Jaga pula hubungan dengan seluruh makhluk Allah SWT, termasuk mereka yang berbeda keyakinan.
“Karena semuanya sama-sama ciptaan Allah. Mari saling memuji, bukan saling mencaci,” ajaknya.
Dan akhirnya, doa itu sampai pada Indonesia.
Di hadapan ribuan jamaah, Abuya mengajak seluruh yang hadir memohon agar bangsa ini dijauhkan dari musibah.
“Yang sudah terjadi, semoga dicabut dan yang belum terjadi, semoga tidak terjadi,” katanya.
Semoga, kata Abuya, bangsa yang sangat dicintai ini senantiasa dijauhkan dari musibah.
“Kita berdoa agar musibah yang sudah terjadi dicabut dan musibah yang akan terjadi tidak jadi terjadi,” katanya.
Doa pun ditutup dengan harapan yang panjang. Agar Indonesia tetap bersatu. Agar Indonesia maju. Subur, makmur, penuh keberkahan serta sejahtera.
Baca Juga:Golkar Sumedang Panaskan Musda, Sidik Jafar: Kami Usulkan Tanggal 22 September, Mudah-mudahan DisepakatiAdira Expo Hadir di Sumedang, Promo Cicilan Hingga Kesempatan Lunas
Sebab dari majelis di Pamulihan itu, yang diharapkan tidak hanya ribuan orang pulang dengan hati yang tenang.
Tetapi juga membawa pulang satu hal, keinginan untuk menjadi manusia yang lebih baik. (red)
