SUMEDANGEKSPRES – Ade Muhamad Sulaeman kembali dipercaya memimpin DPC Partai Hanura Kabupaten Sumedang periode 2025–2030.
Kepercayaan tersebut diberikan dalam Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Hanura Kabupaten Sumedang yang digelar hari ini, Senin (7/9) di salah satu tempat di Sumedang.
Ade mengatakan, amanah tersebut bukan pekerjaan ringan. Namun, ia memastikan akan menjalankannya dengan serius, termasuk membawa Hanura kembali menjadi peserta Pemilu.
Baca Juga:Dari Pamulihan, Doa untuk Rasulullah dan Indonesia, Abuya: Semoga Dijauhkan dari MusibahBupati Dony Pilih Diam Soal Wabup: Jangan Berasumsi!
“Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih kepada Ketua DPD Jawa Barat, Pak Haji Dian Rahadian yang telah mempercayai saya menjadi Ketua DPC Hanura Kabupaten Sumedang periode 2025–2030,” kata Ade.
Menurutnya, tugas pertama yang harus dilakukan adalah memastikan Partai Hanura memenuhi seluruh persyaratan agar dapat kembali menjadi peserta pemilu.
Setelah dinyatakan lolos oleh KPU, kata Ade, pembenahan organisasi akan menjadi prioritas, terutama memperkuat struktur partai hingga tingkat kecamatan dan desa.
“Dari 16 PAC yang tersisa, mudah-mudahan setelah kepengurusan baru kita bisa membentuk 26 PAC di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Sumedang,” ujar Ade.
Tak hanya tingkat kecamatan, sambung Ade, Hanura juga akan memperkuat kepengurusan hingga tingkat desa atau ranting. Langkah tersebut dinilai penting karena basis suara partai berada di masyarakat desa.
“Hanura tidak akan meninggalkan pemilih tradisional yang selama ini menjadi bagian dari sejarah perjalanan partai di Sumedang,” terang Ade.
Ia mengingatkan, Hanura sebenarnya pernah memiliki kekuatan politik cukup besar di Kabupaten Sumedang. Pada Pemilu 2009–2014, Hanura berhasil meraih tiga kursi DPRD. Kemudian pada periode 2014–2019, masih memiliki satu kursi.
Baca Juga:Gerbang DPRD Sumedang Ambruk, Aktivis Desak Kasus Wabup Dibuka Golkar Sumedang Panaskan Musda, Sidik Jafar: Kami Usulkan Tanggal 22 September, Mudah-mudahan Disepakati
Namun, pada periode 2019–2024, Hanura tidak lagi memiliki kursi di DPRD Sumedang.
“Ketika saya masuk pada 2020, Hanura di Kabupaten Sumedang hanya tinggal nama. Tidak ada kepengurusan lama yang bisa kami teruskan, apalagi kantong-kantong suara,” bebernya.
Karena itu, Ade menyebut proses membangun kembali Hanura Sumedang dilakukan dari nol.
“Betul-betul kami membangun dari nol. Alhamdulillah, tidak sampai 26 kecamatan pun, kami sudah berhasil membentuk 23 PAC,” terang Ade.
Dengan kepengurusan baru, Ade menargetkan Hanura kembali memiliki wakil di DPRD Kabupaten Sumedang pada Pemilu mendatang.
