SUMEDANGEKSPRES — Polemik yang menyeret nama Wakil Bupati Sumedang M Fajar Aldila terus menjadi perhatian publik.
Namun Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir memilih tidak ikut berspekulasi.
Dony menyerahkan persoalan tersebut kepada tim investigasi yang dibentuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Pesannya sederhana, jangan buru-buru menyimpulkan.
“Saya memahami masyarakat membutuhkan penjelasan, tapi penjelasan yang bertanggung jawab dan tidak membuat kesimpulan,” ujar Dony kepada wartawan, Kamis (3/9/2026).
Baca Juga:Golkar Sumedang Panaskan Musda, Sidik Jafar: Kami Usulkan Tanggal 22 September, Mudah-mudahan DisepakatiAdira Expo Hadir di Sumedang, Promo Cicilan Hingga Kesempatan Lunas
Dony mengaku sudah mendengar penjelasan dari kedua pihak yang berkaitan dengan persoalan tersebut.Artinya, ia tidak hanya mendengar dari satu sisi.
“Kedua belah pihak telah menyampaikan penjelasan,” katanya.
Tetapi, Dony belum mau mengatakan siapa yang benar dan siapa yang salah.
Sebab, menurut dia, persoalan tersebut masih dalam proses investigasi. Kesimpulan harus lahir dari hasil pemeriksaan, bukan dari opini yang beredar.
“Sebagaimana arahan Gubernur bahwa semua pihak untuk menahan diri dan tidak berasumsi sendiri atau berstatement sendiri sebelum adanya hasil resmi dari tim investigasi yang telah dibentuk oleh Gubernur Jawa Barat,” tegas Dony.
Dony juga memastikan dirinya mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Ia berharap tim yang dibentuk gubernur dapat bekerja secara objektif dan profesional.
“Kami menghormati dan mendukung sepenuhnya upaya yang dilakukan oleh tim investigasi untuk bekerja secara objektif. Kami meyakini tim akan bekerja profesional guna menghasilkan keputusan yang objektif dan transparan,” ujarnya.
Baca Juga:Ngaku Wartawan, Datang ke Sekolah Ngamuk-ngamuk Ala Bang jago, Tantan: Kami Dukung APH, Silakan ProsesIklan Shopee 9.9 x Naykilla & Tenxi Raih Belasan Jutaan Views di Medsos
Di tengah derasnya perhatian publik, Dony juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Sumedang.
Bukan karena dirinya telah menyimpulkan persoalan tersebut, tetapi karena polemik yang berkembang telah menimbulkan berbagai opini di tengah masyarakat.
“Selaku Bupati Sumedang, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sumedang atas opini yang berkembang di masyarakat. Saya memahami bahwa situasi ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat,” tuturnya.
Lalu bagaimana dengan pemerintahan Sumedang?
Dony memastikan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.Roda pemerintahan tetap berjalan. Pelayanan publik juga tetap menjadi prioritas.
