SUMEDANGEKSPRES CIMALAKA – Penyaluran bantuan pangan beras untuk masyarakat Desa Trunamanggala, Kecamatan Cimalaka, berjalan dengan lancar. Pada periode ini, tercatat sebanyak 1.001 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan tersebut—jumlah yang meningkat dibandingkan periode triwulan sebelumnya.
Kepala Desa Trunamanggala, Hendrik Herdiana, S.A.P., melalui Sekretaris Desa, Abdul Haris, menjelaskan bahwa pasokan beras tiba di desa pada Sabtu (22/8). Proses pembaginya dijadwalkan berlangsung selama tiga hari.
” Dimulai 26 hingga 28 Agustus, dengan pembagian wilayah sebagai berikut tanggal 26 Agustus Dusun 1, 27 Agustus Dusun 2 dan tanggak 28 Agustus:m Dusun 3,” jelas Abdul Haris
Baca Juga:Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI, RSUD Umar Wirahadikusumah Perkuat Kebersamaan dan Semangat MelayaniPengarahan di Kanwil BPN Prov Sumut, Menteri Nusron Minta Jajaran Utamakan Kemudahan Layanan Masyarakat
Meski jadwal pengambilan sudah diatur per dusun, Pemerintah Desa (Pemdes) tetap memberikan fleksibilitas bagi warga yang berhalangan hadir untuk mengambil hak mereka di hari berikutnya.
Di luar kelancaran distribusi, pihak desa masih mendapati kendala teknis. Terdapat nama penerima yang terdaftar dalam data pusat, tetapi alamatnya tidak ditemukan di lapangan.
Menanggapi hal tersebut, Pemdes Trunamanggala bergerak cepat menggelar musyawarah desa untuk menentukan warga lain yang betul-betul berhak sebagai pengganti. Proses pengalihan ini tuntas diselesaikan pada Senin setelah jadwal utama berakhir, sehingga seluruh kuota bantuan tersalurkan 100 persen.
Sekdes Desa Trunamanggala juga Soroti Akurasi Data dan Usulkan Verifikasi Awal.
” Jumlah KPM periode ini melonjak dari periode Februari–Maret lalu yang berada di angka 900-an KPM. Kendati menyambut baik manfaat program ini bagi warga,” ucap Abdul Haris.
Ia juga memberikan catatan kritis terkait akurasi data dari pemerintah pusat. Pemdes menemukan beberapa nama tambahan baru yang dinilai kurang tepat sasaran.
Guna mencegah masalah serupa di masa mendatang, Pemdes Trunamanggala mendorong adanya koordinasi dan mekanisme verifikasi data yang lebih baik.
Baca Juga:Gandeng Perguruan Tinggi, Strategi Menteri Nusron Percepat Penyelesaian Pendaftaran Bidang TanahPLN Gerak Cepat Amankan tiang Tumbang di Cadas Pangeran Sumedang
“Kami berharap data penerima dikirimkan lebih awal sebelum beras dibagikan, agar pihak desa memiliki waktu untuk memverifikasi kelayakan warga di lapangan,” tegas Abdul Haris.
Pihaknya juga meminta disediakan saluran resmi bagi pemerintah desa untuk menyetorkan hasil verifikasi faktual. Dengan begitu, bantuan pangan di periode berikutnya bisa benar-benar jatuh ke tangan warga yang paling membutuhkan. ( ahm)
