Kuota KPM Banpang di Desa Cimalaka Naik Signifikan

Kuota KPM Banpang di Desa Cimalaka Naik Signifikan
Kasi Pelayanan Desa Cimalaka, Fitria Komarudin, memberikan keterangan mengenai penyaluran bantuan pangan beras dari Bapanas di Desa Cimalaka, Kecamatan Cimalaka, Sumedang, Kamis (10/9).(Achmad/Sumeks)
0 Komentar

SUMEDANGEKSPRES, CIMALAKA – Sebanyak 433 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Cimalaka, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, menerima bantuan pangan berupa beras dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Bantuan untuk alokasi Juli hingga September itu disalurkan sekaligus, sehingga setiap KPM memperoleh 30 kilogram beras.

Kasi Pelayanan Desa Cimalaka, Fitria Komarudin, mengatakan bantuan tersebut dikemas dalam tiga karung beras, masing-masing seberat 10 kilogram. Total bantuan yang disalurkan mencapai 1.299 karung.

Baca Juga:PERINTIS 10 Hari Buat Alur Layanan Lebih Pasti, PPAT di Jaksel: Harus Gerak Cepat Sesuai KetentuanPemdes Margamekar Salurkan Bantuan Beras, Ratusan KPM Terpangkas

“Untuk pembagian periode Juli hingga September ini, tiap KPM menerima kurang lebih 30 kilogram yang terbagi dalam tiga karung,” ujar Fitria, Kamis, (10/9).

Jumlah penerima pada periode ini meningkat cukup tajam. Sebelumnya, penerima bantuan di Desa Cimalaka tercatat 336 KPM. Kini jumlahnya bertambah 97 keluarga menjadi 433 KPM.

Menurut Fitria, penyaluran dilakukan secara bertahap selama dua hari, pada 25-26 Agustus 2026, di aula Kantor Desa Cimalaka. Cara tersebut dilakukan untuk mencegah penumpukan warga saat pembagian bantuan.

Fitria mengatakan pemerintah desa hanya berperan sebagai fasilitator dalam penyaluran bantuan. Penetapan penerima, termasuk data desil kemiskinan, merupakan kewenangan pemerintah pusat.

“Seluruh data rujukan termasuk penetapan desil kemiskinan, murni berasal langsung dari pemerintah pusat,” katanya.

Ia berharap pemerintah pusat terus memperbarui dan memverifikasi data penerima secara berkala. Menurut dia, ketepatan data penting agar bantuan pangan benar-benar diterima keluarga yang membutuhkan.

“Harapan kami pusat bisa terus memperbarui dan menambah kuota dengan tepat sasaran, agar bantuan benar-benar sampai ke tangan yang membutuhkan dan tidak memicu dinamika sosial di lapangan,” ujar Fitria. (ahm)

0 Komentar