SUMEDANGEKSPRES — Zaman berubah. Begitu pula cara orang bepergian.
Becak yang dulu mudah ditemui di sudut-sudut kota kini perlahan tersisih oleh kendaraan bermotor dan transportasi modern. Bagi para pengayuhnya, perubahan itu bukan sekadar soal kendaraan. Melainkan menyangkut penghasilan untuk bertahan hidup.
Kini, ada harapan baru. Sebanyak 222 abang becak di Kabupaten Sumedang mendapat bantuan becak listrik (Betrik) dari Presiden Prabowo Subianto.
Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Partai Gerindra, Heri Ukasah, mengapresiasi bantuan tersebut. Menurut dia, bantuan itu menyentuh kelompok masyarakat yang memang membutuhkan perhatian.
Baca Juga:Buku Sejarah Kabupaten Sumedang Diluncurkan, Bupati: Jadi Kompas Menatap Masa DepanIni Ungkapan Bupati Dony Saat Haul ke-2 KH Subki Ma'mun
“Ini adalah bantuan dari Pak Presiden bagi kalangan yang sangat membutuhkan. Saya yakin perhatian Pak Prabowo kepada abang becak ini betul-betul ikhlas dan tulus dari Pak Prabowo supaya profesi mereka tidak hilang,” kata Heri saat menghadiri peluncuran becak listrik bantuan Presiden Prabowo di Lapangan PPS, Kamis (10/9/2026).
Bagi Heri, keberadaan becak bukan sekadar bagian dari pemandangan kota. Di balik kayuhan pedal, ada kehidupan yang bergantung pada beberapa penumpang setiap hari.
Karena itu, bantuan kendaraan listrik tersebut diharapkan bukan hanya meringankan beban fisik para pengayuh becak, tetapi juga ikut mendongkrak pendapatan mereka.
“Mudah-mudahan bantuan ini dapat memberikan keberkahan bagi pengayuh becak, penghasilannya meningkat, tenaga yang dibutuhkan juga tidak terlalu tinggi karena menggunakan tenaga listrik, apalagi di usia senja,” ujarnya.
Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Sumedang itu mengatakan, bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat kecil yang selama ini menggantungkan hidup dari sektor informal.
Ia pun memastikan akan ikut memonitor program-program Presiden Prabowo yang diturunkan ke daerah, khususnya Kabupaten Sumedang. Pengawasan itu diperlukan agar bantuan tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi benar-benar dirasakan penerima.
“Jadi tidak hanya bantuan becak saja, karena prioritas program pemerintah itu bagaimana kita melayani masyarakat sehingga perputaran yang negara ada di masyarakat kecil selain MBG dan Kopdes Merah Putih,” katanya.
Baca Juga:Ratusan Abang Becak di Sumedang Ikuti Pelatihan Pengoperasian Betrik, Bupati: Pelayanan Harus Ramah dan SomeahEmpat calon gugur, Pilkades Cimanintin Tamat Sebelum Bertanding
Menurut Heri, program pemerintah akan terasa manfaatnya ketika uang dan bantuan yang digelontorkan negara benar-benar berputar di tengah masyarakat. Terutama mereka yang berada di lapisan ekonomi bawah.
