SUMEDANGEKSPRES – Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang resmi meluncurkan buku Sejarah Kabupaten Sumedang sebagai upaya memperkuat literasi sejarah sekaligus menjaga ingatan kolektif tentang perjalanan panjang daerah. Buku yang ditulis sejarawan Prof. Dr. Nina Herlina, M.S. tersebut diharapkan menjadi rujukan sejarah sekaligus sumber pembelajaran bagi generasi mendatang.
Peluncuran buku tersebut dihadiri langsung Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di Pendopo Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Rabu (9/9/2026).
Bupati Dony mengatakan, sejarah bukan sekadar catatan tentang masa lalu, tetapi memiliki nilai penting dalam membentuk identitas, karakter, dan arah pembangunan sebuah daerah.Menurutnya, setiap catatan sejarah memuat nilai perjuangan, pengorbanan, keteladanan, serta identitas yang perlu diwariskan kepada generasi berikutnya.
Baca Juga:Ini Ungkapan Bupati Dony Saat Haul ke-2 KH Subki Ma'munRatusan Abang Becak di Sumedang Ikuti Pelatihan Pengoperasian Betrik, Bupati: Pelayanan Harus Ramah dan Someah
“Buku ini sangat berharga karena di dalam setiap lembarnya ada nilai keteladanan, perjuangan, pengorbanan, dan identitas sebuah daerah,” ujar Dony.
Ia menegaskan, penerbitan buku tersebut merupakan bagian dari ikhtiar Pemda Sumedang untuk menjaga ingatan kolektif masyarakat agar sejarah daerah tidak terputus dan tetap dipahami oleh generasi masa kini maupun masa depan.
“Sejarah adalah cermin untuk masa depan sekaligus kompas yang menuntun perjalanan kita. Karena itu, ingatan kolektif tentang Sumedang harus kita jaga dan wariskan,” katanya.
Bupati menilai, buku Sejarah Kabupaten Sumedang yang telah melalui proses penyempurnaan dan disusun berdasarkan kajian ilmiah, fakta, data, serta berbagai sumber sejarah, diharapkan dapat menjadi salah satu rujukan utama dalam memahami perjalanan sejarah Sumedang.
Tidak hanya untuk masyarakat umum, buku tersebut juga diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai referensi bagi para guru dalam mengajarkan sejarah kepada peserta didik.Dony mengatakan, pemahaman terhadap masa lalu penting untuk menentukan langkah pada masa kini sekaligus mempersiapkan masa depan.
“Kita harus belajar dari masa lalu dan memahami kondisi saat ini untuk mempersiapkan masa depan. Melestarikan budaya lama yang baik dan menggali budaya baru yang lebih baik harus berjalan bersama,” tuturnya.
Ia menambahkan, inovasi dan kemajuan tetap diperlukan, namun tidak boleh menghilangkan nilai-nilai baik yang telah diwariskan dari generasi sebelumnya.
