96,69 Hektare Lahan Terbakar

96,69 Hektare Lahan Terbakar
MEMADAMKAN: Sejumlah petugas BPBD Sumedang tengah berjibaku memadamkan kobaran api yang membakar lahan di salah satu daerah di Sumedang, baru-baru ini.(istimewa)
0 Komentar

SUMEDANGEKSPRES – Kabupaten Sumedang menjadi daerah dengan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terbanyak di Jawa Barat sepanjang 2026. Hingga September, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat 64 kejadian di wilayah ini.

Data tersebut diperbarui BPBD Jawa Barat pada 13 September 2026 pukul 07.00 WIB. Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jawa Barat Hadi Rahmat Hardjasasmita mengatakan jumlah kejadian di Sumedang merupakan yang tertinggi dibandingkan kabupaten dan kota lain di Jawa Barat.

“Sumedang tercatat menjadi wilayah dengan kejadian karhutla terbanyak di Jawa Barat, yakni sebanyak 64 kejadian,” kata Hadi di Bandung, baru-baru ini.

Baca Juga:Bupati Dony Tinjau Jalan Sindang Taman- Gembong, 90 Persen Pembangunan TuntasWamen Ossy: Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Di bawah Sumedang, Kabupaten Ciamis mencatat 34 kejadian. Kabupaten Bandung berada di urutan berikutnya dengan 22 kejadian, disusul Subang 20 kejadian, Majalengka 18 kejadian, Sukabumi 16 kejadian, dan Purwakarta 13 kejadian.

Secara keseluruhan, BPBD Jawa Barat mencatat 264 kejadian karhutla yang tersebar di 137 kecamatan dan 252 desa atau kelurahan. Luas lahan yang terbakar mencapai 416,08 hektare.

Sumedang bukan hanya mencatat frekuensi kejadian tertinggi, tetapi juga menjadi daerah dengan luasan lahan terdampak paling besar. Dari total luas lahan yang terbakar di Jawa Barat, sebanyak 96,69 hektare berada di Sumedang.

Hadi mengatakan BPBD Jawa Barat masih memantau perkembangan karhutla berdasarkan laporan dari pemerintah kabupaten dan kota. Data kejadian maupun luasan lahan terdampak dapat berubah seiring masuknya laporan terbaru dari daerah.

“Data kejadian dan luasan terdampak ini terus kami lakukan pemantauan dan pembaruan berdasarkan laporan yang diterima dari wilayah,” ujar Hadi.

BPBD mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika beraktivitas di kawasan hutan dan lahan yang mudah terbakar. Masyarakat juga diminta menghindari kegiatan yang berpotensi memicu api dan meluas menjadi kebakaran.(win)

0 Komentar