SUMEDANGEKSPRES – Batik Kasumedang didorong tidak berhenti sebagai warisan budaya. Pemerintah Kabupaten Sumedang ingin batik daerah itu berkembang menjadi identitas yang memiliki karakter kuat, terus berinovasi, dan dikenal lebih luas.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan upaya tersebut membutuhkan ruang kreativitas bagi para pembatik, terutama generasi muda. Menurut dia, ruang berkarya penting untuk menjaga keberlanjutan sekaligus melahirkan pencipta budaya baru.
“Dengan ruang kreativitas ini, saya yakin akan terus menginspirasi dan memotivasi para pembatik di Sumedang, bahkan bisa terus menghasilkan generasi penerusnya,” kata Dony saat menutup Sumedang Membatik 2026 di Pendopo Kecamatan Sumedang Utara, Sabtu (20/9).
Baca Juga:Uji Kinerja Pejabat Baru Dony Minta Program 100 Hari di Realisasikan Sumbangan Pilkades Diminta Transparan
Dony mengatakan pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan mempertahankan warisan leluhur. Para pembatik perlu melakukan pembaruan agar budaya tetap hidup dan relevan dengan perkembangan zaman.
“Pencipta budaya adalah mereka yang tidak hanya mempertahankan warisan leluhur, tetapi juga mampu melakukan pembaruan,” ujarnya.
Menurut Dony, Sumedang Membatik menjadi ruang bagi perajin dan generasi muda untuk menggali karakter budaya daerah melalui karya batik. Ia berharap kegiatan tersebut melahirkan ciri khas batik yang mudah dikenali sebagai karya Sumedang.
“Saya ingin dari kegiatan ini nantinya bisa dipastikan apa yang akan menjadi ciri khas Sumedang. Selanjutnya bagaimana itu bisa dipopulerkan dan dipublikasikan sehingga menjadi identitas yang melekat di benak masyarakat Sumedang dan Indonesia bahwa ini adalah batik Sumedang,” katanya.
Dony menyebut sejumlah unsur perlu diperhatikan dalam pengembangan batik Sumedang. Desain, kata dia, harus mampu mempertemukan tradisi dan inovasi. Setiap motif juga perlu memiliki cerita atau narasi yang menggambarkan karakter daerah.
Selain aspek budaya, ia menekankan pentingnya nilai komersial dan keterlibatan generasi muda sebagai penerus.
“Desain batik ini memadukan antara tradisi dan inovasi. Selain itu, batik harus memiliki cerita atau narasi. Pada setiap desain harus memiliki cerita. Kemudian harus memiliki aspek komersial, dan terakhir libatkan generasi muda sebagai penerus,” ujar Dony.
Baca Juga:Panitia Pilkades Mandalaherang Mundur MassalBupati Ajak Alumni Unpad Kawal Solusi Pembatasan Kendaraan Berat di Jatinangor
Ia berharap karya yang lahir dari Sumedang Membatik tidak berhenti sebagai karya kompetisi. Produk tersebut diharapkan dapat dikembangkan menjadi bagian dari industri kreatif yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memperkuat citra Sumedang.
