SUMEDANGEKSPRES – Mimpi menjadi pemain sepak bola profesional tidak selalu dimulai dari stadion megah. Bisa juga dari lapangan daerah, dari pertandingan antarkecamatan, dan dari pemain-pemain muda yang berjuang membawa nama kampung halamannya.
Stadion Ahmad Yani Sumedang menjadi saksi perjuangan itu, Minggu (18/10/2026). Di sana, Piala Dony-Yoshua resmi digelar.
Turnamen sepak bola antarkecamatan kelompok usia di bawah 21 tahun itu bukan sekadar perebutan gelar juara. Ada misi lebih besar: mencari bibit pesepak bola masa depan Sumedang.
Dan hasilnya, Kecamatan Sumedang Utara keluar sebagai yang terbaik.
Gelar juara pertama itu dibayar dengan hadiah Rp50 juta.
Baca Juga:Perumda Air Minum Tirta Medal Sukses Gelar Pelatihan Penyusunan RKA 2027 Berbasis Manajemen Risiko Pilkades Full Digital, 424 TPS Siap Digelar 28 Oktober
Kecamatan Cimanggung harus puas di posisi kedua dengan hadiah Rp30 juta. Darmaraja menempati peringkat ketiga dan membawa pulang Rp20 juta.
Sementara Tanjungsari berada di posisi keempat dengan hadiah Rp10 juta.
Namun, di balik angka-angka hadiah tersebut, ada harapan yang jauh lebih besar. Siapa tahu, dari turnamen ini lahir pemain yang kelak mengenakan seragam klub profesional.
Bahkan, bukan tidak mungkin sampai ke Persib Bandung.Harapan itulah yang disampaikan Yoshua Sirait, inisiator Piala Dony-Yoshua.
Menurut Yoshua, Sumedang memiliki banyak talenta muda yang layak mendapat kesempatan.
Mereka hanya membutuhkan panggung untuk menunjukkan kemampuan. Kompetisi seperti ini menjadi salah satu jalan untuk membuka peluang tersebut.
“Alhamdulillah, semoga pertandingan ini menjadi wahana dan pencarian bakat muda di Kabupaten Sumedang yang nantinya sangat besar kemungkinan untuk main di Persib. Karena saya salah satu investor juga di Persib Bandung, tapi juara dulu ya,” kata Yoshua.
Kalimat terakhirnya terdengar ringan. Tetapi pesannya jelas, jalan menuju klub profesional harus dimulai dengan pembuktian di lapangan.
Baca Juga:Sumedang Siap Gelar Pilkades dengan Cara BerbedaTinjau Perbaikan TPT, Bupati: Penanganan Permanen Dijadwalkan Januari 2027
Bakat saja tidak cukup. Pemain muda juga perlu pengalaman bertanding, disiplin, mental kompetisi, dan kesempatan untuk dilihat oleh orang-orang yang bisa membuka jalan menuju jenjang lebih tinggi.
Turnamen antarkecamatan seperti Piala Dony-Yoshua bisa menjadi ruang penting bagi pembinaan sepak bola daerah.
Selama ini, potensi pemain muda tersebar di berbagai wilayah. Tidak semuanya memiliki akses yang sama terhadap kompetisi berkualitas.
