Museum Prabu Geusan Ulun Ditutup, Empat Gedung Bersejarah Direvitalisasi

Museum Prabu Geusan Ulun Ditutup, Empat Gedung Bersejarah Direvitalisasi
Museum Prabu Geusan Ulun Ditutup, Empat Gedung Bersejarah Direvitalisasi
0 Komentar

KOTA – Museum Prabu Geusan Ulun, Keraton Sumedang Larang, untuk sementara menutup pintunya bagi pengunjung. Bukan karena sepi peminat, melainkan karena empat bangunan bersejarah di dalamnya mulai direvitalisasi.

Pekerjaan yang dimulai pada Rabu (28/10/2026) itu mendapat bantuan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat.

Empat bangunan yang menjadi sasaran revitalisasi adalah Gedung Pusaka, Gedung Gendeng, Gedung Gamelan, dan Gedung Kereta. Masing-masing bangunan ditangani oleh perusahaan berbeda.

Baca Juga:Dedi Mulyadi Pantau Pilkades Digital Sumedang, 92 Desa Gunakan Sistem ElektronikDirektur Perumda Tirta Medal Ungkap Tantangan Distribusi dan Pastikan Penanganan Optimal di Lapangan

Penutupan museum sendiri sudah berlangsung sejak 26 Oktober dan dijadwalkan hingga akhir Desember 2026. Waktu pembukaan kembali akan menyesuaikan dengan perkembangan pekerjaan di lapangan.

Ketua Yayasan Nadzir Wakaf Pangeran Sumedang (YNWPS) sekaligus Radya Anom Keraton Sumedang Larang, Rd. Luky Djohari Soemawilaga, menyambut baik bantuan tersebut.Menurutnya, perhatian pemerintah menjadi angin segar bagi upaya pelestarian warisan sejarah Sumedang. Sebab, merawat bangunan peninggalan sejarah bukan perkara mudah, terutama ketika kemampuan pembiayaan mandiri masih terbatas.

“Bagi kami, yang terpenting adalah adanya perhatian dari pemerintah. Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan ini. Mudah-mudahan ke depan ada bantuan lanjutan, bukan hanya untuk renovasi bangunan, tetapi juga untuk mendukung keberlangsungan pemeliharaan kebudayaan yang dilakukan oleh museum dan keraton,” ungkapnya, Rabu (28/10).

Namun, Luky mengingatkan, revitalisasi kali ini baru menyentuh empat bangunan. Artinya, pekerjaan besar untuk menata kawasan Keraton Sumedang Larang masih membutuhkan langkah lanjutan.

Targetnya bukan sekadar memperbaiki gedung, tetapi menjadikan kawasan keraton sebagai pusat kebudayaan.

Menurut Luky, pada awal 2027 direncanakan penyusunan Detail Engineering Design (DED) untuk pengembangan kawasan kebudayaan tersebut.

Perencanaan itu diharapkan menjadi pijakan bagi revitalisasi secara menyeluruh.Ke depan, Museum dan Keraton Sumedang Larang beserta kawasan sekitarnya diharapkan berkembang menjadi pusat kebudayaan yang mampu memperkuat daya saing daerah berbasis sejarah dan budaya.

Dampaknya pun diharapkan tidak berhenti pada terpeliharanya bangunan bersejarah.

Baca Juga:Resmikan Kantor Balai Wartawan PWI, Bupati Sumedang Dorong Pers Jadi Mitra Strategis PembangunanAPDESI Dukung Pelaksanaan Pilkades Sistem Digital

Pengembangan kawasan juga ditargetkan mendorong kemajuan kebudayaan, meningkatkan kunjungan wisata, serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Karena itu, menurut Luky, dukungan pemerintah perlu berkelanjutan. Tidak hanya untuk memperbaiki bangunan, tetapi juga merawat koleksi budaya, memperkuat pengelolaan museum, serta menjaga keberlangsungan tradisi dan aktivitas pelestarian sejarah.

0 Komentar