Anggaran Terbatas, Cibeureum Kulon Jaga Program Prioritas 2027

Kepala Desa Cibeureum Kulon, Gun Gun Turganda
MEMAPARKAN: Kepala Desa Cibeureum Kulon, Gun Gun Turganda SH, saat memberikan keterangan terkait program pembangunan di desanya, Kamis (29/10).(Achmad/Sumeks)
0 Komentar

SUMEDANGEKSPRES – Pemerintah Desa Cibeureum Kulon, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, berupaya menjaga agar program pembangunan prioritas tetap berjalan pada 2027 meski ruang fiskal desa semakin terbatas.

Kepala Desa Cibeureum Kulon, Gun Gun Turganda, S.H., mengatakan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) 2027 telah rampung.

Namun, kata Gun Gun, pelaksanaannya masih menghadapi tantangan akibat kebijakan pemotongan dan skema cicilan anggaran yang berkaitan dengan pembiayaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) atau Kredit Desaku.

Baca Juga:Panitia Desa Tolak Pleno, Rekapitulasi Pilkades Haurkuning Sumedang Diambil Alih KabupatenBiaya Kuliah dan Hidup di Jatinangor 2026, Ini Rincian Kos, Makan, dan Beasiswa

“Untuk saat ini, anggaran setiap desa memang dipotong dan dicicil tiap tahun untuk pembayaran KDMP tersebut. Hal ini menjadi hambatan tersendiri bagi kami dalam merealisasikan target-target pembangunan,” kata Gun Gun saat ditemui Sumedang Ekspres, Kamis (29/10/2026).

Di tengah keterbatasan tersebut, Pemdes Cibeureum Kulon berupaya mengoptimalkan anggaran yang tersedia. Program yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat menjadi prioritas dalam pengelolaan belanja desa.

Gun Gun menegaskan, keterbatasan anggaran tidak boleh membuat pembangunan berhenti. Karena itu, pemerintah desa perlu memilah kebutuhan yang paling mendesak agar dana yang tersedia memberikan manfaat nyata bagi warga.

“Prinsip kami, setiap rupiah anggaran yang tersisa harus terserap secara efektif, tepat sasaran, dan benar-benar menjawab kebutuhan nyata masyarakat,” ujarnya.

Untuk mendukung pembangunan pada tahun depan, Gun Gun berharap pemerintah pusat maupun daerah mengevaluasi regulasi pengelolaan dana desa.

Menurutnya, peninjauan kebijakan diperlukan agar desa memiliki ruang lebih leluasa dalam menentukan program sesuai kebutuhan masyarakat.

“Kami sangat berharap tahun depan ada regulasi baru yang mengembalikan mekanisme pengelolaan anggaran seperti sediakala,” tuturnya.

Baca Juga:Cari Rumah Murah di Sumedang? Ini Hal yang Perlu Diperiksa Sebelum MembeliBingung Cari Wisata Alam di Sumedang? Ini 5 Tempat untuk Menikmati Suasana yang Berbeda

Jika skema pemotongan tetap diberlakukan, ia berharap pemerintah menyediakan tambahan alokasi atau dana penyeimbang bagi desa.

Menurut Gun Gun, dukungan anggaran tersebut dibutuhkan agar pembangunan infrastruktur dan upaya meningkatkan kesejahteraan warga tetap berjalan optimal.

“Jika ada penambahan alokasi porsi dana desa, pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan warga di Desa Cibeureum Kulon bisa kembali optimal seperti tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya.(ahm)

0 Komentar