Menurutnya, camat harus mampu membangun kolaborasi lintas sektor, mengambil keputusan secara tepat, serta menghadirkan solusi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Selain itu, menghadapi musim hujan, para camat diminta meningkatkan kewaspadaan dengan memetakan wilayah rawan banjir dan longsor, menyiapkan langkah pencegahan serta mitigasi bencana, termasuk memastikan keselamatan warga yang tinggal di kawasan rawan.
Bupati juga menekankan pentingnya penggunaan data dalam menyelesaikan persoalan sosial. Para camat diminta mengetahui secara detail jumlah anak tidak sekolah (ATS), anak putus sekolah, hingga kondisi stunting di setiap desa dan kecamatan.
Baca Juga:Welly Sanjaya Kembali Dipercaya Pimpin Desa SerangBupati Dony: Membayar Pajak Adalah Investasi Masa Depan dan Pertumbuhan Ekonomi Sumedang
Hal tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sumedang untuk mencapai target penanganan anak tidak sekolah dan penurunan stunting secara terukur pada 2027.
“Jangan berhenti pada kegiatan seremonial atau sekadar mengumpulkan data. Harus ada tindak lanjut dan penyelesaian yang nyata. Kita bekerja berdasarkan data, mengetahui persoalannya, menetapkan target, kemudian memastikan masalahnya terselesaikan,” ungkapnya.
Di akhir arahannya, Bupati Dony meminta seluruh pejabat yang baru dilantik meningkatkan kualitas sumber daya manusia, kualitas pelayanan publik, serta kualitas hasil pembangunan.
Ia mengingatkan agar setiap program dan kegiatan dilaksanakan secara baik, tidak hanya memenuhi aspek administratif dan normatif, tetapi juga memperhatikan kualitas serta keberlanjutan hasil pembangunan.
“Bekerjalah dengan hati, jangan hanya sebatas menggugurkan kewajiban. Setiap pekerjaan yang kita hasilkan harus menjadi legacy atau warisan yang baik bagi masyarakat, generasi mendatang, dan anak cucu kita,” pungkasnya.
