Gaji Rp3 Juta Bisa Punya Rumah? Ini Simulasi KPR dan Cicilan per Bulan

Rumah subsidi Sumedang
Ilustrasi - Rumah subsidi menjadi salah satu pilihan bagi pekerja berpenghasilan Rp3 juta yang ingin memiliki hunian melalui program KPR FLPP. (realoka.com)
0 Komentar

SUMEDANGEKSPRES – Memiliki rumah sendiri dengan gaji Rp3 juta per bulan kerap dianggap sulit. Harga rumah terus menjadi pertimbangan, sementara pekerja juga harus memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Namun, peluang membeli rumah masih terbuka melalui program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi. Salah satunya melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang menyediakan bunga tetap dan uang muka relatif ringan.

Bagi pekerja berpenghasilan Rp3 juta, pertanyaan utamanya bukan sekadar apakah bisa mengajukan KPR. Hal yang lebih penting adalah berapa cicilan yang harus dibayar setiap bulan dan apakah angsuran tersebut masih aman bagi keuangan keluarga.

Baca Juga:Cara Mengajukan KPR Rumah Pertama bagi Karyawan, Ini Syarat dan DokumennyaPerbedaan KPR Subsidi dan Non-Subsidi, Mana Lebih Menguntungkan?

Gaji Rp3 Juta Bisa Mengajukan KPR Subsidi?

Pekerja dengan penghasilan Rp3 juta per bulan masih memenuhi batas penghasilan untuk mengakses KPR subsidi FLPP.

Berdasarkan ketentuan BP Tapera, wilayah Jawa di luar Jabodetabek masuk Zona 1. Batas penghasilan maksimal untuk pemohon yang belum menikah sebesar Rp8,5 juta per bulan. Sementara bagi pemohon yang sudah menikah, batasnya Rp10 juta per bulan.

Dengan demikian, gaji Rp3 juta masih berada di bawah batas penghasilan tersebut.

Program KPR FLPP menawarkan sejumlah kemudahan, antara lain suku bunga tetap 5 persen untuk rumah tapak, uang muka mulai 1 persen, serta tenor pembiayaan maksimal 40 tahun sesuai ketentuan program.

Meski demikian, memenuhi batas penghasilan tidak otomatis membuat pengajuan disetujui. Bank tetap melakukan pemeriksaan riwayat kredit, kelengkapan dokumen, dan kemampuan calon debitur membayar cicilan.

Simulasi KPR Gaji Rp3 Juta, Berapa Cicilan per Bulan?

Untuk memberikan gambaran, berikut simulasi pembelian rumah subsidi dengan harga Rp166 juta.

Angka tersebut merupakan salah satu batas harga rumah subsidi di wilayah Jawa Barat di luar Jabodetabek. Besaran harga rumah aktual bergantung pada proyek dan pengembang.

Asumsi simulasi:

Baca Juga:Harga Rumah Subsidi di Sumedang 2026, Ini Syarat dan Cara Mengajukan KPRPerbedaan KPR Subsidi dan Non-Subsidi, Mana Lebih Menguntungkan?

  • Harga rumah: Rp166.000.000
  • Uang muka: 1 persen atau Rp1.660.000
  • Pokok pembiayaan: Rp164.340.000
  • Suku bunga: 5 persen per tahun
  • Penghasilan bulanan: Rp3.000.000

Dari simulasi tersebut, tenor 20 tahun menghasilkan cicilan sekitar Rp1,08 juta per bulan. Jumlah itu mencapai lebih dari sepertiga penghasilan pekerja.

Sementara tenor 30 tahun membuat angsuran turun menjadi sekitar Rp882 ribu. Jika menggunakan tenor 40 tahun, cicilan diperkirakan sekitar Rp792 ribu per bulan.

0 Komentar