Berbahan Dasar Ikan dan Daging, Ciptakan Produk Bernilai Jual Tinggi

Berbahan Dasar Ikan dan Daging, Ciptakan Produk Bernilai Jual Tinggi
Potensi Waduk Jatigede di bidang perikanan cukup menjanjikan. Para nelayan selain mendapatkan ikan juga bisa mengolahnya mempunyai nilai jual tinggi (HERI PURNAMA/SUMEKS)
0 Komentar

sumedang, JATINUNGGAL – Berbahan dasar ikan dan daging, warga harus bisa menciptakan produk makanan ringan yang punya nilai jual tinggi.

Daging sendiri dikenal masyarakat sebagai lauk yang banyak digemari masyarakat, baik dari kalangan bawah maupun atas.

Kepala UPT Peternakan dan Perikanan wilayah Jatinunggal Ir Letty Nuryati menyebutkan, selain dijadikan lauk pauk dengan beragam cara pengolahan, daging juga sudah mulai dijadikan bahan dasar untuk olahan makanan ringan, seperti baso citruk. Bacitruk, makanan ringan dalam kemasan itu merupakan kripik bakso yang bahan dasarnya daging sapi.

Baca Juga:Ada Korban DBD, Tarunajaya Lakukan FoggingKetahanan Pangan, Tegalmanggung Prioritaskan Ternak Kambing

“Sekarang kan sudah ada yang namanya Bacitruk, itu makanan ringan sejenis kripik yang bahan dasarnya dari daging. Terus ada lagi bakso yang banyak digemari masyarakat, selain itu ada juga olahan daging yang bernilai jual tinggi yaitu abon, satu kilogramnya saja bisa mencapai Rp 400 ribu,” katanya kepada Sumeks, Rabu (13/4).

Selain itu, saat ini di Waduk Jatigede juga disediakan habitat ikan dengan beragam jenis. Mungkin untuk ikan mujair dari waduk biasa dijual para nelayan dengan harga kisaran Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu perkilogramnya. Tapi saat diolah menjadi abon ikan atau ikan asin, harga perkilogramnya bisa lebih mahal.

“Ikan juga bisa diolah menjadi beragam jenis produk ditangan orang-orang kreatif,” katanya.

Namun, sayangnya warga yang punya keahlian dan kreatifitas lagi-lagi harus tersandung permodalan dan pemasaran. Untuk itu perlu kehadiran pihak terkait ditengah-tengah mereka untuk membantu pengembangannya. (eri)

0 Komentar