Dari Lembah Kecil di Garut, Angga Tirta Membesarkan Nama Kopi Garoot

Selain mengembangkan brand Kopi Garoot, Angga juga mengelola Kafe Leuwi, sebuah kafe dengan konsep alam yang b
Selain mengembangkan brand Kopi Garoot, Angga juga mengelola Kafe Leuwi, sebuah kafe dengan konsep alam yang berada di kawasan perkampungan.
0 Komentar

SUMEDANGEKSPRES – Jalan menuju Kafe Leuwi tidak seramai kawasan pusat kota Garut.

Pengunjung harus sedikit masuk ke perkampungan di Jalan Pembangunan, Desa Sukajaya, Kecamatan Tarogong Kidul kabupaten Garut.

Namun justru di tempat yang “nyungsep” itu, lahir sebuah mimpi besar, membawa kopi asli Garut dikenal lebih luas.

Baca Juga:Pemimpin Baru Harapan Baru, Bupati Dony:  Harus Bergerak Menuju Tahap PemulihanDPRD Sumedang Bedah P2APBD 2025, Bagoes: Jangan Sampai Pertanggungjawaban Hanya Jadi Formalitas

Di balik mimpi tersebut ada sosok Angga Tirta, owner Kafe Leuwi dan penggagas brand Kopi Garoot.

Nama “Garoot” bukan sekadar permainan kata.

Angga sengaja memilih nama itu agar mudah diingat. Ia ingin orang yang mendengar nama tersebut langsung teringat pada Garut dan kopi berkualitas yang tumbuh di tanahnya.

“Garoot sebenarnya akronim atau persamaan kata dari Garut. Garut punya banyak biji kopi yang berkualitas. Saya ingin kopi Garut lebih terkenal, lebih mudah didapatkan, dibeli dan dijadikan oleh-oleh,” ujar Angga, Jumat (10/7).

Pemilihan nama itu pun tidak dilakukan sembarangan.

Angga mengaku, melibatkan tim branding profesional, untuk merancang identitas produk yang akan dipasarkan.

Menurutnya, kata “root” dalam Garoot memiliki makna akar.

Makna tersebut kemudian dihubungkan dengan sejarah awal penamaan Kota Garut yang berasal dari kisah akar berduri.

“Karena seluruh produk menggunakan 100 persen biji kopi Garut, akhirnya kami sepakat menggunakan nama Garoot. Root itu artinya akar, sama seperti sejarah awal nama Garut,” beber Angga.

Bagi Angga, kopi asal Kabupaten Garut memiliki keunggulan yang sulit ditandingi daerah lain.

Baca Juga:BLK Gelar Pelatihan Berbasis Kompetensi, BUPATI:  Siap Salurkan Tenaga KerjaDebit Air Gua Walet Menyusut, Perumda Tirta Medal Atur Distribusi Demi Pelanggan dan Petani

Tanah Garut yang vulkanis membuat tingkat kesuburannya sangat tinggi dan menghasilkan kopi dengan karakter rasa yang khas.

Bahan bakunya pun diambil dari berbagai daerah penghasil kopi di Garut.

Mulai dari Gunung Papandayan, Gunung Cikuray, Samarang, hingga Kadungora.

“Semua daerah yang punya kebun kopi kami maksimalkan. Kami kemas dan jual dengan brand Kopi Garoot,” ungkapnya.

Secara varietas, kata Angga, kopi Garoot tidak berbeda jauh dengan daerah lain. Ada jenis robusta maupun arabika. Metode pengolahannya pun beragam, mulai dari full wash, natural hingga anaerob.

Namun, yang menjadi pembeda adalah asal tanamnya.

“Yang membedakan ya karena ini ditanam di tanah Garut yang vulkanis dan sangat subur, sehingga menghasilkan kopi yang berkualitas,” katanya.

0 Komentar