Dari Lembah Kecil di Garut, Angga Tirta Membesarkan Nama Kopi Garoot

Selain mengembangkan brand Kopi Garoot, Angga juga mengelola Kafe Leuwi, sebuah kafe dengan konsep alam yang b
Selain mengembangkan brand Kopi Garoot, Angga juga mengelola Kafe Leuwi, sebuah kafe dengan konsep alam yang berada di kawasan perkampungan.
0 Komentar

Selain mengembangkan brand Kopi Garoot, Angga juga mengelola Kafe Leuwi, sebuah kafe dengan konsep alam yang berada di kawasan perkampungan.

Lokasinya justru menjadi daya tarik tersendiri.

Menurut Angga, tren saat ini menunjukkan banyak orang lebih tertarik mengunjungi kafe yang tersembunyi dibandingkan kafe di tengah kota.

“Kalau yang di kota sudah biasa. Sekarang orang lebih penasaran dengan kafe yang hidden, suasananya alam, sepi, tidak terlalu ramai kendaraan,” ujarnya.

Konsep itulah yang diusung Kafe Leuwi.

Baca Juga:Pemimpin Baru Harapan Baru, Bupati Dony:  Harus Bergerak Menuju Tahap PemulihanDPRD Sumedang Bedah P2APBD 2025, Bagoes: Jangan Sampai Pertanggungjawaban Hanya Jadi Formalitas

Di sekitar kafe terdapat aliran sungai, hamparan sawah dan suasana yang sejuk.

“Dari Stasiun Garut, lokasi hanya berjarak sekitar 10 menit perjalanan,” imbuhnya.

Nama Leuwi sendiri diambil dari keberadaan sungai yang oleh warga setempat disebut Leuwi Kincir.

“Orang datang ke sini bukan hanya mencari kopi, tapi juga suasana,” kata Angga.

Kafe Leuwi resmi diluncurkan pada akhir 2019, bertepatan ketika pandemi Covid-19 mulai mereda.

Dalam perjalanannya, bisnis kuliner tersebut mengalami pasang surut seperti usaha lainnya.

“Bisnis resto sangat bergantung pada kunjungan konsumen. Kadang ramai, kadang sepi. Tapi biasanya kami ramai saat akhir pekan dan hari libur,” tutur Angga.

Tak berhenti di situ, Angga juga mengembangkan usaha lain bernama Sekolah Kopi Susu Indonesia.

Baca Juga:BLK Gelar Pelatihan Berbasis Kompetensi, BUPATI:  Siap Salurkan Tenaga KerjaDebit Air Gua Walet Menyusut, Perumda Tirta Medal Atur Distribusi Demi Pelanggan dan Petani

Fokusnya bukan pada kopi specialty atau manual brew, melainkan kopi susu yang menurutnya memiliki pasar lebih luas.

“Kami fokus pada kopi susu karena sudah lama berjualan di segmen itu. Jadi kami maksimalkan menu yang paling banyak diminati masyarakat, yaitu kopi susu,” katanya.

Dari sebuah kafe yang tersembunyi di pinggiran Garut, Angga Tirta sedang menanam akar besar bagi kopi daerahnya.Satu harapan yang terus ia jaga, ketika orang mencari oleh-oleh dari Garut, yang terlintas bukan hanya dodol, tetapi juga Kopi Garoot, kopi asli dari tanah Garut. (red)

0 Komentar