bensin dan mesin diesel. Batas emisi bensin CO: 2,30 g/km; HC: 0,20 g/km; dan NOx: 0,15 g/km. Sedangkan pada Batas
emisi diesel CO: 0,64 g/km HC: 0,56 g/km; NOx: 0,50 g/km; dan PM: 0,05 g/km.
Sejak Emisi Euro 4, ada pengurangan yang cukup signifikan untuk partikulat (PM) dan nitrogen oksida (NOx) dalam
Baca Juga:Sejarah Benteng DarmagaMengejutkan! Penjualan Moge Ramai Di Marketplace
mesin diesel. Mobil bermesin diesel pada standar emisi ini memperoleh filter partikel diesel (DPF) yang dapat
menangkap 99 persen partikulat.
Batas emisi bensin CO: 1,00 g/km; HC: 0,10 g/km; dan NOx: 0,08 g/km.
Batas emisi diesel CO: 0,50 g/km; HC+NOx: 0,30 g/km; dan NOx: 0,25 g/km PM: 0,025 g/km.
Pada standar emisi Euro 5, diesel particulate filter (DPF) untuk semua mobil diesel diperkenalkan. Batas
partikulat juga diperkenalkan untuk mesin bensin direct injection.
Batas emisi bensin CO: 1,00 g/km; HC: 0,10 g/km; NOx: 0,06 g/km; dan PM: 0,005 g/km. Untuk mesin diesel, batas
emisi CO: 0,50g/km; HC+NOx: 0,23 g/km; NOx: 0,18 g/km; dan PM: 0,005 g/km.
Pada standar emisi euro 6, terjadi penurunan hingga 67 persen tingkat nitrogen oksida (NOx) yang diizinkan pada
bahan bakar diesel, dan pengenalan batas jumlah partikel untuk bensin.
Baca Juga:Rekomendasi Tempat Ngabuburit di SumedangKabar Gembira Toyota Meluncurkan New Hilux
Dalam menanggapi hal ini, produsen mobil menggunakan dua metode untuk memenuhi batas-batas diesel pada Euro-6., yaitu reduksi katalitik selektif dan sistem
resirkulasi gas buang dipasang menggantikan sebagian gas buang untuk mengurangi jumlah nitrogen yang dapat diubah
menjadi NOx.
Batas emisi bensin pada Euro 6, yaitu CO: 1,00 g/km; HC: 0,10 g/km; NOx: 0,06 g/km; dan PM: 0,005 g/km.
Pada mesin diesel, Batas emisi CO: 0,50 g/km; HC+NOx: 0,17 g/km; NOx: 0,08 g/km; dan PM: 0,005 g/km.
