Sejarah Benteng Darmaga

Sejarah Benteng Darmaga
Sejarah Benteng Darmaga
0 Komentar

sumedangekspres – Sejarah Benteng Darmaga ,jadi benteng darmaga merupakan nama yang diberikan untuk salah satu bagian benteng pertahanan penjajah Belanda yang berlokasi di wilayah Gunung Gadung.

Benteng ini menjadi bagian dari benteng pertahanan yang berlokasi di wilayah Dusun Gunung Gadung.

Selain bernama benteng Darmaga juga ada yang menyebut benteng Pasir Benteng.

Baca Juga:Mengejutkan! Penjualan Moge Ramai Di MarketplaceRekomendasi Tempat Ngabuburit di Sumedang

Jika dilihat dari Dusun Gunung Gadung, posisinya berada di sebelah tenggara.

Melihat posisinya, benteng Darmaga ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari benteng lainnya yang berada di Gunung Gadung seperti benteng Pasirlaja dan benteng Pasirkolecer.

Posisi benteng Darmaga berada di bagian paling selatan, setelah benteng Pasirlaja di paling utara, kemudian benteng Pasirkolecer di bagian tengahnya.

Posisi ketiganya hampir sejajar dari timur laut ke arah barat daya.

Melihat ketinggiannya, benteng Darmaga memiliki posisi lebih tinggi daripada kedua benteng sebelumnya.

Melihat elevasi yang ditampilkan Google Maps, ketinggian benteng Darmaga sekitar 710 meter di atas permukaan laut.

Ketinggian ini dicapai karena benteng Darmaga berada di puncak bukit tertinggi di wilayah Dusun Gunung Gadung.

Saat ini, benteng Darmaraga berada di kawasan pertanian masyarakat sekitar.

Di sekelilingnya merupakan lahan pertanian dengan berbagai jenis tanaman palawija.

Akses jalannya harus melewati lahan pertanian masyarakat berupa jalan setapak.

Namun tidak terlalu jauh dari jalan besar, sekitar 50 meteran.

Baca Juga:Kabar Gembira Toyota Meluncurkan New HiluxTeknik Dasar Sepakbola

Bangunan benteng Darmaga ini jauh berbeda dengan bangunan benteng yang ada di wilayah Pasirlaja dan Pasirkolecer.

Baik bentuk bangunan bentengnya maupun ukurannya, yang dimungkinkan juga mempengaruhi fungsinya yang berbeda pula.

Bentuk bangunan benteng Darmaga ini bagian bawahnya sudah tertimbun tanah atau sengaja ditimbun dengan tanah, yang terlihat jelas bagian atasnya saja berupa atap datar.

Bagian atasnya berupa atap dengan bentuk datar, tidak melengkung.

Kemudian tembok sisi utaranya terbuka, sementara sisi-sisi yang lainnya tertutup dengan tembok samping.

Ukuran depannya sekitar tiga meteran, begitu juga dengan ukuran sisi sampingnya sekitar tiga meteran.

0 Komentar