Kisah Sunda Ratna Inten Dewata

Kisah Ratna Inten Dewata
Kisah Ratna Inten Dewata/pinterest
0 Komentar

Saat kami berkendara ke Korobokan, yang tidak jauh dari kecamatan Tarogong saat ini, masih terdapat banyak tugu di tahun 1950-an. Bunga-bunga batu terlihat di mana-mana, seperti bekas bangunan tua. Di sekelilingnya banyak pohon bambu, tumbuhan besar berbaur di gang.

Ada juga beberapa kuburan tua yang tidak terawat dan tidak rapi. Tempatnya di sebuah bukit kecil. Jalan naik. Konon tempat ini dulunya adalah kerajaan Timbangante. Tetapi jika kita pergi ke sana sekarang, halaman tersebut tidak lagi terlihat. Hanya ada bangunan baru seperti sekolah dan rumah tambahan.

Bacac Juga : Kisah Legenda Pantai Selatan Nyi Roro Kidul

Anda tidak dapat melihat bukit-bukit berbatu yang pernah dianggap sebagai bekas kerajaan Timbangante.

Baca Juga:Legenda Sunda Nyi RengganisAplikasi Trading Forex Terpercaya Rekomendasi Untuk Pemula

Di atas Putri, jika kita melihat ke timur dan selatan, pemandangannya sangat menakjubkan. Di sebelah timur Anda dapat melihat spa Cipanas, sedikit lebih jauh ke timur subdivisi Tarogong.

Di sebelah selatan, bangunan dan Masjid Agung Garut masih terlihat jelas. Sungguh pas dan membanggakan tempat ini tak lain adalah “tempat para dewa mantan Ratu Intan” yang pernah tinggal di tempat ini bahkan konon dimakamkan di Gunung Putri.

Kisah Ratna Inten Dewata Menurut “Naskah Badad Timbangante” yang ditulis dalam bahasa Arab Pegon dari Desa Cikedokan, Kecamatan Bayongbong, berbunyi:

Keluarga bangsawan Timbangenten muncul karena Dalem Pasehani menjadi ratu Kadaleman di Timbangenten. Kawasan Timbangante Kadalema kini meliputi kawasan Tarogong Utara dan Selatan, Semarang, Leles dan Kadungoran (Cikembulan). Dalem Pasehan merupakan keturunan dari Ciung Manarah yang lahir di Mandala Putang.

Dalem Pasehan pernah menjadi mertua Prabu Siliwang. Prabu Siliwangi menikahi putrinya Nyi Mas Ratna Inten Dewata. Ketika menjadi raja, Dalem Pasehan bergelar Sunan Permana di Putang.

0 Komentar