Kemampuan public speaking, kata doktor Komunikasi lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran tersebut menjadi faktor penentu keberhasilan dalam mengkomunikasikan temuan audit dan memberikan klarifikasi.
“Auditor harus mampu menyajikan temuan dengan jelas, persuasif, dan mengedepankan fakta, serta analisis mendalam. Sementara itu, auditee juga harus memiliki kemampuan untuk memberikan penjelasan yang tepat dan transparan terkait tindakan perbaikan yang telah atau akan dilakukan,” ungkap pria dengan jejaring pertemanan sangat luas tersebut.
Menurut penulis buku super best seller Trilogi The Power of Silaturahim itu, “Dengan adanya kemampuan public speaking yang baik, proses audit tidak hanya berfokus pada temuan dan koreksi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk pertukaran informasi yang lebih baik. Ini membantu meningkatkan akuntabilitas dan kualitas pelayanan di berbagai unit kerja Kemenkumham.”
Baca Juga:Dr Aqua Dwipayana: Masyarakat Jembrana Harus Jadi Aktor Menentukan dalam Wujudkan Program Jembrana Emas 2026Peringati Tahun Baru Islam, Jatman Sumedang Akan Menggelar Haul Kasepuhan
Dr Aqua Dwipayana menyimpulkan, peningkatan kemampuan public speaking bagi auditor dan auditee merupakan langkah konkret dalam mendukung transparansi, akuntabilitas, dan perbaikan berkelanjutan di lingkungan Kemenkumham. Dengan komunikasi yang baik, audit internal akan semakin berkontribusi dalam memastikan integritas dan kualitas pelayanan yang dihasilkan oleh Kemenkumham kepada masyarakat.
Kemampuan yang Penting
Dr Aqua Dwipayana melanjutkan public speaking menjadi salah satu kemampuan yang penting untuk dimiliki dalam bidang apa saja, terutama ketika berhubungan dengan pihak internal dan eksternal institusi. Keterampilan persuasi atau kemampuan untuk memenangkan hati orang banyak adalah bagian dari seni berbicara di depan umum.
Komunikasi yang baik, ujar Dr Aqua Dwipayana, menjamin adanya pertukaran pikiran dan pandangan yang benar sehingga tidak terjadi kebingungan. Jika sebuah hal tidak dikomunikasikan dengan baik, maka orang akan sulit mengerti. Kalau dibiarkan, masalah pun akan timbul sebagai dampaknya.
Menurut Dr Aqua Dwipayana ada berbagai macam tujuan dalam public speaking, di antaranya menginformasikan sesuatu. Ini sudah jelas merupakan salah satu tujuan public speaking, malah bisa dikatakan yang paling utama. “Ketika akan berbicara di muka publik, seorang pembicara sudah pasti tahu, bahkan mendalami hal yang akan disampaikan. Misalnya, berupa topik pembelajaran, isu atau permasalahan tertentu, dan hal lainnya,” ujar motivator ulung ini.
