Perundungan Tak Bisa Ditoleransi: Dampak Serius dan Berbahaya!

Perundungan Tak Bisa Ditoleransi: Dampak Serius dan Berbahaya!
Perundungan Tak Bisa Ditoleransi: Dampak Serius dan Berbahaya! (ist/pin/freepik.com)
0 Komentar

sumedangekspres – Perundungan, atau bullying, merupakan tindakan yang tak bisa dan seharusnya tidak ditoleransi dalam masyarakat. Perundungan adalah bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan untuk menyakiti atau membuat orang lain merasa tidak nyaman, sering kali dilakukan secara berulang.

Fenomena ini tidak hanya memiliki dampak buruk bagi korbannya, tetapi juga merusak tatanan sosial dan kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk memahami dan menentang perundungan dengan keras.

Sejumlah studi telah mengungkapkan bahwa perundungan selalu melibatkan ketidakseimbangan kekuasaan antara pelaku perundungan dan korbannya. Para pelaku perundungan cenderung ingin mengontrol atau mendominasi orang lain dalam relasi sosial.

Baca Juga:Pendisiplinan Siswa VS Perlindungan Anak: Mana yang Harus Diutamakan?Nasib Siswa SD di Bekasi Seusai Kakinya Diamputasi

Motivasi ini seringkali muncul karena kurangnya rasa tanggung jawab atas perbuatan mereka dan kurangnya empati terhadap orang lain. Mereka mencoba mengukuhkan posisi dominan mereka dengan cara merendahkan atau menyakiti orang lain.

Dampak perundungan dapat sangat serius, baik dari segi kesehatan fisik maupun mental. Korban perundungan sering mengalami tekanan psikologis yang berkepanjangan, yang bisa berujung pada gangguan stres, kecemasan, dan bahkan depresi.

Bahkan, dalam beberapa kasus ekstrem, perundungan dapat mendorong seseorang hingga pada tindakan bunuh diri. Banyak kasus yang melibatkan siswa yang mengakhiri hidupnya diduga akibat perundungan yang tak tertahankan. Kehilangan nyawa ini adalah tragedi yang tidak boleh diabaikan.

Pentingnya masalah perundungan telah diakui secara global. Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO) pada tahun 2020 mengungkapkan dalam laporannya bahwa anak-anak yang menjadi korban perundungan memiliki dua kali lebih besar kemungkinan untuk melakukan percobaan bunuh diri.

Angka ini mencerminkan betapa seriusnya dampak perundungan terhadap kesejahteraan mental anak-anak dan remaja.

Tindakan perundungan juga memiliki implikasi lebih luas. Dalam konteks pendidikan, perundungan dapat mengganggu proses belajar-mengajar dan menciptakan lingkungan yang tidak kondusif untuk pertumbuhan intelektual dan emosional.

Oleh karena itu, sekolah dan komunitas harus bersatu dalam upaya pencegahan dan penanganan perundungan. Sistem pendidikan dan masyarakat secara keseluruhan perlu berperan aktif untuk menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung bagi semua individu.

0 Komentar