Katapel: Dari Permainan Tradisional hingga Cabang Olahraga yang Menghidupkan Mata Pencaharian

Katapel: Dari Permainan Tradisional hingga Cabang Olahraga
Katapel: Dari Permainan Tradisional hingga Cabang Olahraga (ist/pin/weheartit.com)
0 Komentar

sumedangekspres – Dikenal sebagai permainan tradisional, katapel telah mengalami transformasi yang luar biasa dan menjadi olahraga yang berada di bawah naungan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI).

Sebuah fenomena menarik yang mencerminkan perubahan pandangan masyarakat terhadap permainan yang sebelumnya hanya dianggap sebagai hiburan belaka.

Dahulu kala, ketapel adalah mainan sederhana yang terbuat dari dahan jambu atau pohon lainnya. Namun saat ini, ketapel tersedia dalam bentuk dan bahan yang lebih modern dan bergengsi dengan harga yang tidak dapat diabaikan.

Baca Juga:MCK Yang Diperbaiki: Simbol Kepedulian dan Transformasi PLN UP3 SumedangStrategi Elektoral Gerindra Kabupaten Sumedang: Makan Siang dan Susu Gratis

Perubahan ini memberikan peluang baru bagi individu untuk menjadikannya sumber pendapatan tambahan.

Contoh nyatanya adalah Udaya Sonjaya, perajin ketapel berusia 41 tahun yang juga bekerja sebagai juru parkir di sebuah kafe di Sumedang.

Uday telah menggunakan keahlian dan kreativitasnya untuk menciptakan ketapel luar biasa yang dibuat tidak hanya dari bahan yang dipilih dengan cermat tetapi juga dengan tangan, yang mewakili keahlian luar biasa.

Ketapel Uday terbuat dari berbagai jenis kayu, antara lain kayu sonokeling dan kayu Sanakeling. Bagi Uday, membuat ketapel bukan hanya sekedar hobi, tapi juga merupakan cara tambahan untuk mencari nafkah.

Proses pembuatannya membutuhkan waktu sekitar tiga hari, dan harganya bervariasi antara Rp100.000 hingga Rp1.000.000, tergantung pada jenis dan kualitas kayu yang digunakan.

Keistimewaan ketapel buatan Uday tidak hanya terlihat dari kualitasnya, namun juga komitmennya dalam mengikuti lomba ketapel.

Uday beberapa kali mengikuti berbagai kompetisi, termasuk Liga Ketapel Jabar di Soreang, Bandung. Ketertarikan Uday terhadap olahraga lempar tidak hanya melekat pada dirinya, tetapi juga diturunkan kepada putra keduanya.

Baca Juga:Mengembangkan Kreativitas Anak Usia Dini (AUD): Menanam Bibit Unggul Sejak DiniMengawal Netralitas: Panwaslu Pamulihan Sumedang Siapkan Langkah Strategis Menuju Pemilu 2024 yang Adil

Menurut Uday, perkembangan permainan katapel saat ini sudah cukup baik. Komunitas-komunitas peminat ketapel mulai bermunculan seperti Komunitas Katapel Sumedang (Katsu).

Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin tertarik dengan permainan ini tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai acara olahraga yang lengkap.

Perubahan ini tidak hanya menjadikan ketapel sebagai bagian dari warisan budaya dan permainan tradisional, tetapi juga menciptakan lapangan baru bagi pengembangan lebih lanjut olahraga ini bagi para pengrajin dan peminatnya.

0 Komentar