7 Tahun Tidak Bertemu Keluarga, Panca Darmansyah Malah Jadi Pembunuh 4 Anak Sendiri di Jagakarsa Jaksel

7 Tahun Tidak Bertemu Keluarga, Panca Darmansyah Malah Jadi Pembunuh 4 Anak Sendiri di Jagakarsa Jaksel
7 Tahun Tidak Bertemu Keluarga, Panca Darmansyah Malah Jadi Pembunuh 4 Anak Sendiri di Jagakarsa Jaksel (ist)
0 Komentar

sumedangekspres – 7 Tahun Tidak Bertemu Keluarga, Panca Darmansyah Malah Jadi Pembunuh 4 Anak Sendiri di Jagakarsa Jaksel.

Tragedi KDRT yang mengguncang Jagakarsa, Jakarta Selatan, membuka tabir kehidupan yang tersembunyi di balik dinding kontrakan Panca Darmansyah, seorang pria berusia 40 tahun.

Pelaku KDRT ini, yang juga merupakan suami dari Devnisa (31), istri yang menjadi korban, ternyata tidak memiliki hubungan yang erat dengan keluarga besarnya.

Baca Juga:Sosok Ayah Pembunuh 4 Anak : Nganggur dan Hampir Diusir Dari KontrakanTruk Muatan Babi Jatuh di Tol Jagorawi, Sopir Berburu Babi di Jalan Tol

Informasi ini terungkap melalui pengakuan kakak Panca yang, atas permintaan privasi, memilih untuk tidak disebutkan namanya.

Menurut kakak Panca, hubungan Panca dengan keluarga besar sudah tidak dekat lagi setelah pernikahan keduanya.

Setelah menikah untuk kedua kalinya, hubungan antara Panca dan keluarganya mengalami ketegangan, seringkali kontak mereka terputus, dan kedekatan semakin memudar.

Sang kakak memberikan gambaran bahwa hubungan mereka menjadi kurang intens setelah pernikahan keduanya.

Lebih lanjut, sang kakak mengungkapkan bahwa dia kurang mengetahui tentang pernikahan siri adiknya dengan Devnisa.

Bahkan, sebelum menikahi Devnisa, Panca sudah pernah menikah dan bercerai dengan istri pertamanya.

Hal ini mengisyaratkan bahwa kehidupan percintaan Panca tidak sepenuhnya terungkap dan kemungkinan melibatkan kompleksitas yang tidak diketahui oleh keluarga besarnya.

Baca Juga:Nomor Kontak Pemadam Kebakaran Sumedang, Jangan Panik Ketika Ada Kebakaran, Segera Telepon Kontak IniMobil Pick Up Hilang di Sumedang : Imbalan 5 Juta Untuk yang Menemukan

Komunikasi terakhir antara sang kakak dan Panca terjadi sekitar seminggu sebelum peristiwa tragis melalui pesan WhatsApp.

Panca mencoba menjual produknya, namun sang kakak tidak merespons.

Detail dari komunikasi ini menunjukkan bahwa hubungan antara Panca dan keluarga besarnya tidaklah begitu erat, dan interaksi mereka terbatas.

Kejadian KDRT yang terjadi di kontrakan Panca, disertai dengan penemuan empat anak Panca yang tewas di kasur, telah meninggalkan keluarga besar dalam keadaan syok.

Sang kakak menggambarkan Panca sebagai pribadi yang agak temperamen, namun dia tidak pernah menyangka bahwa saudaranya mampu melakukan tindakan sekejam itu.

“Sangat mengejutkan, kita mengenal Panca dengan caranya yang biasa. Tapi, siapa yang tahu bahwa sesuatu sekejam ini bisa terjadi?

Ini pasti sangat mengejutkan bagi kita semua,” ucap sang kakak dengan nada keheranan.

Saat ini, keluarga tengah menunggu hasil autopsi keempat anak Panca, sementara sang kakak berharap akan ada keadilan untuk keempat keponakannya yang tewas dalam tragedi tersebut.

0 Komentar