Klarifikasi Penemuan Lima Mayat di Kampus UNPRI: Media Pembelajaran Ilmu Anatomi

Klarifikasi Penemuan Lima Mayat di Kampus UNPRI: Media Pembelajaran Ilmu Anatomi
Klarifikasi Penemuan Lima Mayat di Kampus UNPRI: Media Pembelajaran Ilmu Anatomi (ist/pin)
0 Komentar

sumedangekspres – Kampus Universitas Prima Indonesia (UNPRI) di Jalan Ayahanda, Medan, Sumatera Utara, diramaikan oleh penemuan lima mayat di salah satu gedungnya.

Kejadian ini menciptakan kehebohan di kalangan masyarakat dan media massa. Namun, pihak kampus akhirnya memberikan klarifikasi terkait insiden tersebut.

Wakil Dekan Fakultas Kedokteran UNPRI, drg Susanto, dengan tegas membantah dugaan bahwa mayat-mayat tersebut merupakan korban pembunuhan.

Baca Juga:Pembangunan Terminal Transportasi Publik oleh Presiden Jokowi untuk Meningkatkan Konektivitas Antar DaerahPenjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin, Ambil Sikap Tegas terhadap Kemacetan Akibat Truk Tambang di Parungpanjang

Menurutnya, kelima mayat tersebut merupakan bagian dari media pembelajaran bahan praktik Ilmu Anatomi Fakultas Kedokteran UNPRI sejak tahun 2008.

Susanto menjelaskan bahwa salah satu media Ilmu Anatomi yang digunakan adalah kadaver, yaitu tubuh manusia yang diawetkan. Pengadaan kadaver di Kampus UNPRI telah diinisiasi oleh Rektor Profesor Jacobus Tarigan pada tahun 2005.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa penambahan kadaver sebagai media pembelajaran Ilmu Anatomi telah diatur oleh undang-undang. Setiap Fakultas Kedokteran, termasuk UNPRI, memiliki kadaver sebagai sarana pendidikan.

Pihak UNPRI mengecam tindakan penggeledahan yang dilakukan oleh kepolisian, terutama tanpa koordinasi sebelumnya dengan pihak kampus. Susanto menyayangkan langkah ini, mengingat keberadaan mayat-mayat tersebut sudah diatur dan diakui secara resmi.

Dosen Ilmu Anatomi UNPRI, Ali Napiah Nasution, turut angkat bicara. Ia menyatakan bahwa bersama dengan polisi dan tim Laboratorium Forensik Polda Sumatera Utara, mereka telah memeriksa lima kadaver yang dimiliki oleh UNPRI.

Menurutnya, hasil pemeriksaan ini memastikan bahwa mayat-mayat tersebut memang digunakan untuk keperluan pendidikan Ilmu Anatomi.

Sebelumnya, Kepala Polisi Resor Kota Medan, Komisaris Teuku Fathir Mustafa, menjelaskan bahwa polisi menemukan lima mayat di lantai 15 kampus UNPRI.

Baca Juga:Kasus Pembunuhan MC Garut: Terkuaknya Hubungan Terlarang yang Berujung TragediAntisipasi Pemerintah Hadapi Lonjakan Perjalanan Nataru 2023/2024

Identitas kelima mayat tersebut masih belum terungkap, meninggalkan misteri yang sedang diusut oleh pihak berwenang.

Dengan demikian, penemuan mayat di Kampus UNPRI bukanlah tindak kriminal, melainkan bagian dari program pendidikan Fakultas Kedokteran yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Masyarakat diharapkan untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi secara akurat agar tidak menimbulkan kegaduhan yang tidak perlu.***

Demikian merupakan artikel mengenai Klarifikasi Penemuan Lima Mayat di Kampus UNPRI: Media Pembelajaran Ilmu Anatomi.

0 Komentar