Spotify PHK Massal Kepada Ribuan Karyawannya, Karena Pengaruh AI?

Spotify PHK Massal Kepada Ribuan Karyawannya, Karena Pengaruh AI?
Spotify PHK Massal Kepada Ribuan Karyawannya, Karena Pengaruh AI?(ist/pinterest)
0 Komentar

sumedangekspresSpotify PHK Massal Kepada Ribuan Karyawannya, Karena Pengaruh AI?

Spotify yang merupakan platform streaming musik yang memiliki banyak pengguna di dunia. Namun nahas spotify saat ini melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) ke ribuan karyawannnya.

Spotify PHK Massal ribuan karyawannya itu diduga karena pengaruh dari artificial intelligence (AI).

Untuk informasi, Spotify telah membangun reputasi besar melalui bisnis streaming musik yang menghadirkan fitur personalisasi bagi penggunanya. Fitur pengalaman pengguna yang dipersonalisasi ini merupakan hasil kerja dari kecerdasan buatan (AI) dan 9.800 anggota tim lainnya pada akhir 2022.

Baca Juga:Belum Terjangkau Internet Ratusan TPS di Sikka NTT Pemkab Surati Menkominfo3.600 Honorer di Pemkab Madiun Batal di PHK, Segera Mendapatkan Anggaran Gaji di 2024

Spotify PHK Massal karywannya  dengan melakukan tiga kali PHK pada tahun ini, yaitu 590 posisi pada bulan Januari, 200 posisi pada bulan Juni, dan 1.500 posisi baru saja terkena PHK di minggu kemarin. Dikutip dari detikFinance (15/123).

Spotify memanfaatkan AI pada seluruh palatformnya, yaitu dengan meluncurkan AI DJ, mensimulasikan pengalaman radio tradisional, serta meluincurkan AI Voice Translation untuk podcast.

Saham perusahaan induk Spotify Technology SA telah mengalami kenaikan lebih dari 30% dalam enam bulan terakhir dan telah naik lebih dari 135% sepanjang tahun ini.

Spotify, seperti perusahaan teknologi lainnya, berupaya menghemat biaya karena permintaan turun selama pandemi. Mereka juga harus menanggung lebih dari US$1 miliar yang telah dikeluarkan untuk podcasting. Sebagian besar dana tersebut digunakan untuk kesepakatan dengan selebriti guna membuat podcast yang akhirnya tidak terealisasi, serta akuisisi studio podcast yang kemudian ditutup.

Spotify juga memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dalam menciptakan fitur personalisasinya, seperti dalam pembuatan playlist Daily Mix, Discover Weekly, dan On Repeat yang menggabungkan lagu-lagu yang paling sering didengarkan oleh pengguna.

Spotify berhasil menyertakan fitur tersebut setelah mengambil alih perusahaan analisis musik, The Echo Nest Corp. Hal ini memungkinkan gabungan antara machine learning dan pemrosesan bahasa alami.

0 Komentar