Asal-Usul Sejarah Danau Maninjau, Ternyata Berawal Dari Kisah Cinta

Asal-Usul Sejarah Danau Maninjau, Ternyata Berawal Dari Kisah Cinta
Asal-Usul Sejarah Danau Maninjau, Ternyata Berawal Dari Kisah Cinta(foto by : Jenny Wardhani)
0 Komentar

Datuk limbatang ini merupakan seorang mamak di kampung itu, dia juga memiliki seorang putra Giran.

Sebagai seorang mamak Datuk Limbatang ini mempunyai suatu tanggungjawab yang besar dalam mendidik serta memperhatikan kehidupan warganya.

Termasuk kesepupuh saudara kemenakanya itu, maka dari itu setiap dua hari sekali dia mengunjungi rumah Kukuban bersaudara agar bisa mengajari suatu keterampilan dalam Bertani dan tatacara adat daerah itu.

Baca Juga:Sejarah Candi Borobudur, Ternyata Beliau Ini Pendiri Candi Borobudur, Selama Ini Baru Sekarang Ketemu Sejarah Danau Toba, Danau Vulkanik Terbesar di Dunia, Ceritanya Menarik Banget dan Banyak Ilmu Didalamnya

Sering juga Datuk Limbatang mengajak sang istri dan putranya ikut dengan kedua orang tuanya.

Disuatu hari Datuk Limbatang tengah bersama istri dan anaknya mengunjungi Bujang Sembilan, tidak sengaja Sani saling memandang dengan Giran.

Nah konon katanya kedua orang ini jatuh cinta saling menaruh hati.

Giran pun ngajak Sani bertemu di suatu lading di pinggir sungai  dengan dagdigdug ser hati berdebar untuk mengungkapkan perasaanya ke Sani.

“Lumayan lama merendam selasih barulah kini mau mengembang sudah lama kasih ini ku pendam kini kita saling memandang”

“Telah lama orang menekat membuat baju kebaya lebar abang terpikat hendak bertemu dada berdeguk dan berdebar”

“Rupanya parangai cantik semasa hidupnya suka berbuat baik orang memuji hilir dan mudik siapa seseorang yang sertarik itu”

Baca Juga:PDIP Memimpin Real Count Pemilu DPRD Kabupaten Kota Sumedang 1, Persaingan Ketat Saling Susul Perolehan SuaraGolongan Karya Memimpin Real Count Pemilu DPRD Kabupaten Kota Sumedang 6 TANJUNGSARI, SUKASARI, PAMULIHAN

Dik Sani Wajahmu ini elok perangai nan berhati lembut. Maukah kau jadi kekasih Abang tanya Giran.

Dengan lemparan pertanyaan itu jantung Sani berdegup kencang dalam hati Sani ini juga menyukai si Giran ini.

Sani ini akhirnya membalas pantun dari Giran ini untuk menjawab pertanyaan yang telah di lemparkan oleh Giran ke Sani.

“Buah Nangka dari seberang sedap sekali dibuat sayur sudah lama aku nanti barulah kini bisa menegur”

“Jika Roboh kota Melaka di Jawa saya akan tegakan kalua sungguh Kanda ini berkata badan dan nyawa saya serahkan”

 

0 Komentar