sumedangekspres – Mendiang Marissa Haque yang telah berpulang pada tanggal 2 Oktober 2024 lalu masih meninggalkan rasa kehilangan dan kerinduan yang mendalam bagi keluarga serta orang-orang terdekatnya hingga hari ini saat menjelang 40 hari kepergiannya.
Ia menghembuskan napas terakhirnya di usia 61 tahun saat selesai membaca Al-Qur’an di dalam kamarnya. Kepergiannya meninggalkan kesedihan yang mendalam bagi keluarga dan orang-orang terdekatnya, terutama karena Marissa meninggal tanpa gejala atau penyakit yang terdeteksi sebelumnya.
Menjelang 40 hari kepergian sang kakak, Soraya Haque, adik Marissa, menulis sebuah pesan emosional di media sosial.
Baca Juga:Ingin Membalas Komentar Negatif Netizen, Aaliyah Justru Malah Kebanjiran Kritik yang Lebih PedasHaus Validasi di Media Sosial, Ternyata Begini Efeknya
Soraya mengungkapkan bahwa kehilangan Marissa telah mengubah cara pandangnya terhadap hidup. Ia menggambarkan perasaan kehilangan itu dengan membandingkan dirinya seperti burung elang yang kehilangan paruh, sebuah perjalanan panjang yang penuh kesedihan.
Meskipun merasa kehilangan, Soraya yakin bahwa Marissa akan tetap hidup dalam dirinya. Ia juga mendoakan agar almarhumah Marissa Haque diberikan jalan yang mudah menuju tempat terbaik di akhirat.
Inilah pesang yang ia tulis di akun Instagram pribadi miliknya.
“Hi, Cha 🤍 Menjelang 40 hari kepergian kamu telah merontokkan fisik dan emosi saya untuk melihat cara pandang baru tentang ‘sesuatu’ yang luput dari perhitungan. Persis seperti transformasi burung Elang saat mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruhnya terlepas dari mulutnya, kemudian berdiam beberapa lama menunggu tumbuhnya paruh baru.”
“Dengan paruh yang baru tumbuh ia harus mencabut satu persatu cakar-cakarnya dan ketika cakar yang baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya sampai rontok dan menunggu bulu-bulu baru tumbuh pada sayapnya. Ketika semua itu sudah dilewati, elang kembali menjalani kehidupan barunya. Seperti itu rasanya,” lanjutnya.
“Rasa kehilangan kamu tidak akan berujung, tapi saya tau kamu akan selalu ‘hidup’ di dalam tubuh saya karena kita bersaudara dan kita saling berbagi DNA dalam kehidupan untuk menyelesaikan yang belum tuntas,” ujarnya.
“Dalam keheningan, jiwaku berdoa, ‘Ya Tuhan mudahkanlah jiwanya melangkah sebagaimana rahmat yang pernah Engkau berikan kepada orang-orang sebelum kami dan kepada Engkau lah tempat kembali” tutupnya.
