sumedangekspres, KOTA – Panti Baca Ceria, bekerja sama dengan Goethe-Institut, menggelar kegiatan ‘Menjaras Memori Kolektif’ yang bertujuan untuk mendalami dan mendokumentasikan 10 objek pemajuan kebudayaan yang ada di Sumedang, baru-baru ini. Kegiatan tersebut menggunakan pendekatan pengarsipan tulisan dan seni grafis.
Kegiatan dimulai dengan membuka panggilan untuk warga Sumedang yang ingin berpartisipasi sebagai penulis dari 26 kecamatan di Sumedang, serta satu seniman grafis melalui akun Instagram Panti Baca Ceria dan Goethe-Institut. Dari penjaringan peserta tersebut, terpilih 26 penulis yang mewakili masing-masing kecamatan di Sumedang.
Selama dua hari, para peserta terpilih mengikuti pembekalan di Panti Baca Ceria dari tiga mentor ahli di bidangnya, yaitu Kusnandar, Dosen Unpad yang membahas Pendokumentasian Budaya, Atep Kurnia, penulis, yang mengulas Kepenulisan Feature, serta Bunga Destri, pendiri Yayasan Puspa Karima, yang memberikan materi tentang Riset.
Baca Juga:Tikungan Jalan Rusak di Jatuhurip, Bahayakan Pengguna KendaraanPilkada, Dandim Tekankan Netralitas TNI Kodim 0610/Sumedang
Program tersebut memberi kesempatan kepada peserta untuk mengeksplorasi objek-objek kebudayaan dan mengangkatnya dalam karya tulis untuk dokumentasi. Selain itu, ‘Menjaras Memori Kolektif’ juga menghadirkan seniman grafis terpilih dari Bandung, Egga Jaya, yang akan melakukan residensi di Panti Baca Ceria selama bulan November.
Hasil tulisan peserta akan diinterpretasikan menjadi karya seni grafis oleh seniman tersebut dan dipamerkan di Sumedang.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Goethe-Institut atas kerjasama dalam program ini. ‘Menjaras Memori Kolektif’ merupakan pemantik awal kami untuk mendokumentasikan 10 objek pemajuan kebudayaan Sumedang melalui tulisan masyarakat Sumedang. Peserta akan menggali lebih dalam mengenai objek-objek kebudayaan yang belum banyak diangkat,” ungkap Pendiri Panti Baca Ceria, Ipul Saepulloh.
Hasil dari kegiatan tersebut akan dipublikasikan dalam bentuk buku sebagai media pengarsipan dan juga akan dipamerkan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan untuk memperkenalkan keanekaragaman budaya Sumedang. Buku dan karya seni yang dihasilkan akan menjadi inspirasi dan dokumen budaya yang berguna bagi generasi mendatang.
Program ‘Menjaras Memori Kolektif’ tersebut akan berlangsung dari November hingga Desember 2024. Para peserta akan melakukan observasi di 26 kecamatan, menerima asistensi, menyelesaikan tulisan, dan akhirnya meluncurkan buku dan pameran seni hasil residensi pada pertengahan Desember 2024 di Sumedang selama dua minggu.
