Proyek Perumahan Dituding Sebabkan Banjir di Cimanggung, Pengembang Dituntut Tanggung Jawab

KEBERSAMAAN: Sejumlah warga Desa Sindangpakuon Kecamatan Cimanggung saat bergotong royong membersihkan lumpur
ISTIMEWA, KEBERSAMAAN: Sejumlah warga Desa Sindangpakuon Kecamatan Cimanggung saat bergotong royong membersihkan lumpur akibat banjir, baru-baru ini.
0 Komentar

sumedangekspres, CIMANGGUNG – Warga Desa Mangunarga, Kecamatan Cimanggung, kembali harus menghadapi dampak buruk banjir yang diduga berasal dari pengelolaan air yang buruk di Perumahan.

Kepala Desa Mangunarga, Pepen, menegaskan, permasalahan tersebut sudah lama mengganggu warganya. Setiap kali hujan deras mengguyur, air dari kawasan perumahan tersebut mengalir deras ke pemukiman warga di bawahnya, mengakibatkan banjir dan lumpur.

“Air dari atas perumahan mengalir dengan debit cukup besar ke pemukiman warga. Masalahnya bukan hanya air, tapi juga tanah yang terbawa hingga menyebabkan lumpur menggenangi rumah warga,” ujar Pepen, Kamis (12/12).

Baca Juga:Angka Kematian Bayi Tinggi, Pemkab Sumedang Perkuat Layanan KesehatanGaktiplin, Tegakan Kedisiplinan Polisi di Polsek Tanjungsari

Dampak banjir yang terjadi pada 7 Desember lalu mengakibatkan setidaknya 10 Kepala Keluarga (KK) terdampak. Material tanah yang terbawa arus memperburuk kondisi, membuat warga kesulitan membersihkan lingkungan rumah mereka.

“Banjir ini bukan hanya genangan air. Lumpur ikut terbawa arus dan masuk ke pemukiman. Warga sangat terganggu, dan ini sudah berlangsung berkali-kali,” ungkapnya.

Pepen menyatakan, Pemerintah Desa Mangunarga telah mencoba menyampaikan keluhan kepada pengembang perumahan, selaku pengelola Perumahan. Namun, hingga kini belum ada respons konkret yang memuaskan.

“Kami sudah berkomunikasi dengan pihak perumahan untuk mencari solusi bersama. Langkah mereka seharusnya seperti apa supaya limpahan air ini tidak terus membanjiri warga? Tapi hingga sekarang, kami belum mendapatkan tanggapan yang baik, baik dari Keandra maupun Sangkara,” tambahnya.

Pemerintah Kecamatan Cimanggung melalui Plt Kasi Trantib, Didin Wahyudin, mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap pengembang terkait banjir yang kerap melanda Desa Mangunarga. Meski pihaknya telah mendatangi pengembang perumahan Keandra, mereka belum mendapatkan respons positif.

Saat ini, pihak perumahan baru merencanakan pembangunan embung penahan air untuk mengurangi dampak banjir. Namun, langkah tersebut dinilai terlambat mengingat bencana terus berulang tanpa solusi konkret dari pengembang.

Sementara itu, warga Desa Mangunarga berharap pihak perumahan segera mengambil tindakan konkret untuk mengatasi masalah ini.

Baca Juga:Sambut Hari Juang TNI AD , Tentara Bersihkan Pasar Rakyat TanjungsariPemkab Sumedang Kendalikan Inflasi Lewat Aplikasi SINDANG

“Kami hanya ingin tinggal dengan aman tanpa khawatir banjir lagi,” tutur salah satu warga terdampak. (kos)

0 Komentar