KOTA – Pemerintah Desa Rancamulya Kecamatan Sumedang Utara terus mengintensifkan kembali upaya penarikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) menyusul adanya perpanjangan pembebasan denda dan biaya administrasi dari Bapenda Kabupaten Sumedang hingga 30 November 2025.
Hal tersebut disampaikan Kepala Deaa Rancamulya Oteng Sulaeman melalui Koordinator PBB Desa Rancamulya, Kandar Supriatna
Kandar menjelaskan bahwa Desa Rancamulya memiliki target PBB sebesar 263.380.680. Rupiah pada tahun ini. Hingga hari ini, capaian target telah mencapai 66 Persen dengan jumlah setoran sejumlah 174.718.164. Rupiah.
Baca Juga:Paparkan Inovasi Keterbukaan Informasi Publik Sumedang di Hadapan Komisi Informasi Jawa BaratPemdes Galudra Fokus Perbaikan Akses Jalan Desa untuk Dukung Mobilitas dan Ekonomi Warga
“Kami terus melakukan upaya untuk mendorong percepatan realisasi capaian target terpenuhi, mengingat masih banyak warga kami yang belum melakukan pembayaran,” ungkapnya.
Kandar mengungkapkan untuk mengejar sisa target, Pemdes Rancamulya terus melakuka upaya kegiatan penarikan PBB diwarga diantaranya dengan melakukan metode penyisiran jemput bola ke lapangan dengan mendatangi rumah wajib pajak yang belum bayar PBB.
” Kegiatan ini kami laksanakan setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB oleh sembilan kolektor yang didampingi ketua RW diwilayah setempat.,” ujarnya.
Menurut Kandar upaya tersebut dinilai efektif untuk mendekatkan layanan dan memudahkan warga dalam melunasi kewajiban mereka.
Terkait adanya perpanjangan pembebasan denda hingga 30 November 2025, Pemdes telah menyampaikan pemberitahuan secara resmi kepada warga melalui surat dan grup komunikasi lingkungan. Kandar menegaskan bahwa sosialisasi terus diperkuat agar informasi tersampaikan secara merata.
“Kami berharap para ketua RT dan RW dapat membantu menyebarkan informasi ini. Karena sampai saat ini masih banyak warga yang belum membayar, sehingga kami sangat mengharapkan kerja sama semua untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan warga dalam membayar pajak,” ucapnya.
Pemdes Rancamulya memastikan bahwa langkah percepatan ini akan terus digalakkan demi mencapai target PBB dan mendukung kelancaran pembangunan desa. (ahm)
