Tanpa evaluasi berkala dan penyesuaian kebijakan, program ini berpotensi berhenti pada tataran moral dan seremonial, bukan transformasi sistem transportasi.
Pertanyaannya kini, apakah Jumat Ngangkot akan berevolusi menjadi kebijakan efektif yang menggerakkan perubahan, atau justru menjadi program baik yang tak pernah benar-benar berjalan?(red)
