SUMEDANG EKSPRES – Program Jumat Ngangkot yang digagas Pemerintah Kabupaten Sumedang belum sepenuhnya dirasakan manfaatnya oleh para sopir angkutan umum.
Meski kebijakan ini mewajibkan aparatur sipil negara (ASN) menggunakan transportasi umum setiap Jumat, kondisi di lapangan menunjukkan jumlah penumpang masih relatif sepi.
Kebijakan yang diatur dalam Surat Edaran Nomor 60 Tahun 2025 tersebut bertujuan meningkatkan pendapatan sopir angkutan umum sekaligus membiasakan ASN berjalan kaki, bersepeda, atau naik angkot. Namun, sejak diterapkan, dampaknya dinilai belum signifikan.
Baca Juga:Pemuda Cisempur Dibekali Penyuluhan Anti Narkoba, Cegah Peredaran Sejak DiniRazia Dunia Malam Sumedang, Satpol PP Amankan 11 Orang dari Hotel dan Tempat Hiburan Jelang Tahun Baru 2026
Asep, sopir angkot jurusan Sumedang–Citimun, mengaku hampir tidak merasakan perubahan jumlah penumpang sejak program itu berjalan.
“Gak ada perubahan, jarang iya. Paling-paling satu dua,” ujar Asep kepada Sumedang Ekspres, Rabu (31/12/2025).
Menurutnya, kondisi angkot justru sangat bergantung pada aktivitas sekolah. Saat anak-anak libur, penumpang otomatis berkurang dan pendapatan ikut menurun.
“Sepi. Anak-anak sekolah ngaruh. Tapi kalau libur begini kan sepi,” katanya.
Asep berharap ke depan pelajar lebih banyak menggunakan angkutan umum ketimbang kendaraan pribadi agar jumlah penumpang bisa stabil.
“Anak sekolah gak pake motor,” pungkasnya.
Hal senada diungkapkan Rukman, sopir angkot jalur 07 jurusan Sumedang–Padasuka. Ia menyebutkan program Jumat Ngangkot belum memberikan dampak nyata.
“Gini-gini aja, gak ada perubahan. Malahan kadang jumlah penumpang turun,” ujarnya.
Baca Juga:Masjid Al Falah Desa Tanjungmekar Gelar Peringatan Rajaban, Warga Diajak Perbaiki IbadahAktivitas Warga Meningkat, Arus Lalu Lintas di Sekitar Pasar Semi Modern Sumedang Padat Jelang Tahun Baru
Rukman menambahkan, kondisi penumpang biasanya lebih baik saat hari sekolah aktif, karena banyak pelajar yang menggunakan angkutan umum.
“Penumpang mendingan kalau hari-hari sekolah,” katanya.
Sementara itu, Dedi, sopir angkot jalur 02 jurusan Sumedang–Tolengas, menilai masih banyak ASN yang belum mematuhi imbauan Jumat Ngangkot.
“Belum ada perubahan, biasa-biasa aja. Kalo kasarna mah pada ngeyel. Gak ada pegawai-pegawai yang naik angkot, masih satu dua lah,” ujarnya.
Ia menegaskan, hingga kini jumlah penumpang masih sama seperti hari-hari biasa tanpa adanya lonjakan.
“Jumlah penumpang masih sama, gak ada peningkatan,” katanya.(ka)
