Klaim Jalan Cimanggung Mulus Dipertanyakan, Warga Temukan Banyak Titik Rusak di Cikahuripan

JALAN RUSAK CIMANGGUNG
RUSAK: Kondisi Jalan Cikahuripan di Kecamatan Cimanggung, Sumedang, yang masih memperlihatkan sejumlah titik rusak meski diklaim telah diperbaiki lebih dari 95 persen.(Engkos/Sumeks)
0 Komentar

SUMEDANG EKSPRES, CIMANGGUNG – Klaim Pemerintah Kabupaten Sumedang terkait kondisi jalan di Kecamatan Cimanggung kembali menuai sorotan.

Pernyataan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir yang menyebut hampir seluruh ruas jalan di wilayah tersebut telah rampung diperbaiki dinilai belum sepenuhnya sesuai dengan kondisi di lapangan.

Sebelumnya, Bupati Dony menyatakan bahwa perbaikan jalan di Cimanggung telah mencapai hampir 100 persen, termasuk ruas Jalan Cikahuripan yang diklaim telah selesai lebih dari 95 persen.

Baca Juga:PMI Sumedang Evaluasi Program 2025, Donor Darah Tembus 12 Ribu LabuDari Jalan hingga Air Bersih, Proyek Strategis 2026 Jadi Arah Baru Pembangunan Sumedang

“Hampir seratus persen jalan di Kecamatan Cimanggung beres perbaikannya. Ruas Jalan Cikahuripan juga sudah selesai, sudah 95 persen lebih,” ujar Dony beberapa waktu lalu.

Ia pun mengimbau masyarakat agar ikut menjaga jalan yang telah diperbaiki, salah satunya dengan tidak menutup saluran air demi mencegah kerusakan akibat genangan.

Namun, hasil pantauan di lapangan menunjukkan kondisi berbeda. Di ruas Jalan Cikahuripan, khususnya menuju perbatasan Kecamatan Tanjungsari, masih ditemukan sejumlah titik jalan rusak dengan kondisi berlubang dan permukaan yang tidak rata. Fakta ini memunculkan tanda tanya atas klaim perbaikan yang disebut hampir tuntas.

Kepala Desa Cikahuripan, Kecamatan Cimanggung, Vera Vaisal, mengakui bahwa pemerintah daerah memang telah melakukan perbaikan jalan. Namun, ia menegaskan capaian perbaikan tersebut belum sesuai dengan persentase yang disampaikan bupati.

“Perbaikan memang ada dari Pemkab Sumedang, tapi sekitar 75 persen saja. Sisanya, kurang lebih 25 persen di wilayah Desa Cikahuripan masih rusak parah. Belum lagi kalau yang masuk wilayah Kecamatan Tanjungsari, di sana juga masih banyak jalan yang rusak,” ujar Vera.

Ia menambahkan, kondisi jalan yang belum diperbaiki tersebut cukup mengganggu aktivitas warga, terutama mobilitas harian dan distribusi hasil ekonomi masyarakat.

Selain itu, kata dia, jalan rusak juga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat musim hujan ketika lubang jalan tertutup genangan air.

Baca Juga:Di Balik Bersihnya Alun-alun Sumedang, Perempuan-perempuan Ini Bekerja Tanpa KeluhAset Desa vs Ruang Publik: Ketika Lapangan Bola Dipertaruhkan Atas Nama Program Negara

Menurut Vera, pemerintah daerah sempat melakukan pengecekan ke lapangan terkait kondisi jalan yang belum tertangani. Meski demikian, hingga kini warga masih menanti realisasi perbaikan lanjutan.

“Mungkin akan ada tahap perbaikan berikutnya, tahap kedua mungkin. Tapi sampai sekarang masyarakat masih berharap karena kondisi jalannya memang belum layak,” katanya.

0 Komentar