Di Pusat Kota Sumedang, Ruas Jalan Ini Alami Kerusakan dan Dikeluhkan Warga

Jalan Prabu Geusan Ulun Sumedang
DIKEKUHKAN: Kondisi Jalan Prabu Geusan Ulun, RT 02/RW 02, Kelurahan Regol Wetan, tampak rusak pada, Rabu (21/1/2026).(Laila/Sumeks)
0 Komentar

SUMEDANG EKSPRES, KOTA – Sebuah ruas jalan di kawasan pusat Kota Sumedang dilaporkan mengalami kerusakan dan dikeluhkan warga. Kondisi tersebut terlihat di Jalan Prabu Geusan Ulun, RT 02/RW 02, Kelurahan Regol Wetan, yang merupakan jalur strategis dengan aktivitas lalu lintas cukup padat setiap harinya.

Berdasarkan keterangan warga sekitar, kerusakan jalan awalnya hanya berupa lubang kecil. Namun, seiring waktu, kondisi tersebut semakin melebar dan memburuk, terutama sejak November 2025 lalu.

“Awalnya kecil, tapi lama-lama makin parah, terutama sejak November kemarin,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya kepada Sumeks, Rabu (21/1/2026).

Baca Juga:Mahkota Binokasih Bukan Sekadar Pusaka, Ini Makna yang Jarang DiketahuiViral Unggahan Tiang PJU Proyek Pemprov Jabar, Warga Sumedang Akui Dipanggil Orang Tak Dikenal

Warga menilai keberadaan lubang jalan tersebut cukup mengganggu aktivitas pengguna jalan. Meski berada di sisi jalan, ukurannya dinilai cukup besar dan berpotensi membahayakan, khususnya saat hujan turun karena lubang tertutup genangan air.

“Kalau hujan, lubangnya jadi tidak kelihatan dan airnya menggenang. Itu bisa berbahaya bagi pengendara,” ungkapnya.

Selain rawan bagi pengendara sepeda motor dan mobil, kondisi jalan berlubang tersebut juga berdampak pada pejalan kaki. Cipratan air dari kendaraan yang melintas kerap mengenai warga yang berjalan di sekitar lokasi.

“Pejalan kaki juga sering kena cipratan air kalau ada kendaraan lewat,” tambahnya.

Jalan Prabu Geusan Ulun diketahui merupakan jalur penting di pusat kota, tepatnya berada di depan gedung Bank Negara Indonesia (BNI). Arus lalu lintas di kawasan tersebut terbilang ramai, baik kendaraan roda dua maupun roda empat, terutama pada jam sibuk.

Warga juga mengungkapkan bahwa kerusakan jalan tersebut sempat berdampak pada kendaraan berukuran besar.

“Kalau motor jarang sampai jatuh, tapi pernah ada mobil besar yang bannya amblas,” katanya.

Baca Juga:Mahkota Binokasih Sumedang Larang Nyaris Dirampas dan Terbakar di Masa Gejolak, Begini Kisah PenyelamatannyaMahkota Binokasih: Autentik di Tengah Api Sejarah, Dari Ancaman Kebakaran hingga Peneguhan Puser Budaya Sunda

Atas kondisi tersebut, warga berharap pemerintah daerah dapat segera melakukan perbaikan. Menurut mereka, langkah sederhana seperti penambalan ulang sudah cukup untuk mencegah kerusakan semakin meluas.

“Harapannya segera diperbaiki. Ditambal dulu juga tidak apa-apa, yang penting aman dan nyaman,” ujarnya.

Warga juga berharap perhatian pemerintah terhadap kondisi infrastruktur jalan tidak hanya terfokus pada kawasan tertentu, tetapi merata hingga ke seluruh wilayah.

0 Komentar