Role Model
Dr Aqua Dwipayana menegaskan kepala sekolah harus menjadi role model. Ucapan dan perbuatannya supaya sama sehingga para guru, pegawai, dan siswa meneladaninya.
Untuk menjadi role model, tambahnya, harus mengawali dengan niat baik. Punya tujuan yang positif menjadi kepala sekolah yakni memajukan sekolah yang dipimpinnya.
Di sekolah tempatnya bertugas, ucap bapak dua anak itu, memang jabatannya yang tertinggi. Meski begitu, tidak bisa bekerja sendiri. Butuh dukungan semua pihak termasuk para orangtua murid.
Baca Juga:Bio Farma Perkuat Peran BUMN, Salurkan Vaksinasi Tetanus dan Bantuan Logistik bagi Korban LongsorHarlah ke-100 NU di Sumedang, Bupati Tegaskan Peran NU dan Peluang Kerja Sama Internasional
“Agar sukses menjadi kepala sekolah harus diawali dengan keteladanan. Ucapan dan perbuatannya sejalan sehingga menjadi contoh para guru, pegawai, dan semua siswa,” ujar penulis buku “super best seller” The Power of silaturahim itu.
Dr Aqua Dwipayana melanjutkan, salah satu kunci mewujudkan keteladanan adalah pada kelancaran komunikasi dengan semua pihak. Utamanya mereka yang ada di sekolah seperti guru, pegawai, dan siswa.
Kepala sekolah, ungkap pria yang hobi membaca itu, harus berusaha mewujudkan komunikasi yang lancar dengan semua pihak terkait. Mengawali dari diri sendiri yang proaktif berkomunikasi.
“Dalam berkomunikasi jangan bersikap diskriminatif. Apa lagi memilah dan memilih orang yang diajak komunikasi. Hal ini bisa menimbulkan masalah baru dan jadi kontraproduktif,” tegas bapak dari Alira Vania Putri Dwipayana dan Savero Karamiveta Dwipayana.
Semua kepala sekolah, kata mantan pegawai Semen Cibinong itu, harus serius, sungguh-sungguh, dan konsisten meningkatkan kemampuan komunikasinya. Ini sebagai salah satu senjata untuk keberhasilannya melaksanakan seluruh amanah yang diberikan kepadanya.
Menurut Staf Ahli Ketua Umum KONI Pusat itu, komunikasi kelihatannya sangat sederhana. Semua orang bisa berkomunikasi. Padahal komunikasi vital, jika tidak hati-hati dalam berkomunikasi dampaknya bisa fatal.
Konsep REACH Plus AC
Terkait dengan upaya meningkatkan kemampuan komunikasi para pegawai, Dr Aqua Dwipayana yang kuliah S1, S2, dan S3-nya linier di bidang Komunikasi menyampaikan konsep REACH plus AC. Hal itu universal, bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja, di segala aspek kehidupan.
Baca Juga:Investor Kuwait Tertarik Investasi Peternakan Ayam dan Perkebunan Kopi di SumedangPesona Seni Tradisi Sumedang Sambut Kunjungan Investor dan Delegasi Kedutaan Besar Kuwait
Pertama, Respect atau perhatian yaitu di mana saja, kapan pun, kepada siapa pun agar selalu menghormati. Para kepala sekolah agar konsisten melaksanakannya.
