“Menghormati setiap orang baik di internal maupun eksternal, tidak ada ruginya. Untungnya banyak sekali. Umpan baliknya akan mendapat penghormatan serupa bakal melebihi yang dilakukan kepada orang lain,” ujar pria rendah hati ini.
Dr Aqua Dwipayana mencontohkan kebiasaannya yang selalu menghargai setiap sopir yang mengemudikan mobilnya. Penghargaannya sama kepada orang lain termasuk ke kepala sekolah. Kedua, Empathy atau bisa menempatkan diri yaitu bagaimana merasakan apa yang dirasakan orang lain. Dengan bersikap seperti itu pasti menimbulkan kepedulian kepada sesama.
“Para kepala sekolah agar selalu berempati kepada semua orang termasuk kepada para guru, pegawai, dan siswa. Memahami yang mereka rasakan dan butuhkan. Tunjukkan kepedulian yang tinggi kepada mereka,” tutur Dr Aqua Dwipayana.
Baca Juga:Bio Farma Perkuat Peran BUMN, Salurkan Vaksinasi Tetanus dan Bantuan Logistik bagi Korban LongsorHarlah ke-100 NU di Sumedang, Bupati Tegaskan Peran NU dan Peluang Kerja Sama Internasional
Para kepala sekolah, lanjut pria yang hobi silaturahim ini, agar selalu menunjukkan empati kepada semua bawahannya dan siswa. Sikap itu berpengaruh besar pada keberhasilan mereka untuk mencapai target bahkan melampauinya. Ketiga, Audible atau dapat dimengerti yaitu semua yang disampaikan dengan mudah dipahami seluruh orang meski latar belakang termasuk pendidikannya berbeda-beda. Saat berkomunikasi gunakanlah bahasa yang umum agar lawan bicaranya paham.
Dr Aqua Dwipayana mengingatkan jangan menggunakan istilah teknis kepada pihak luar. Mereka tidak paham sehingga komunikasinya bisa gagal sebab responnya tidak sesuai harapan.
“Dengan menggunakan bahasa yang umum dan menghindari istilah-istilah teknis terutama saat bicara dengan pihak eksternal maka komunikasinya bakal berhasil,” kata Dr Aqua Dwipayana.
Keempat, Clarity atau penyampaiannya menggunakan kalimat terbuka dan sederhana. Ini sangat penting dan menentukan keberhasilan dalam berkomunikasi.
Dengan menggunakan kalimat terbuka dan sederhana, tambah Dr Aqua Dwipayana, orang yang diajak berkomunikasi lebih memahami maksud yang disampaikan. Mereka kemudian meresponnya dengan tepat.
“Biasakanlah melakukan itu. Konsisten melaksanakannya agar komunikasinya sukses sesuai dengan harapan,” ujar pria yang senang berkomunikasi ini.
Kelima atau terakhir adalah Humble atau rendah hati, tidak ada yang perlu disombongkan. Setiap prestasi yang diperoleh termasuk pencapaian target adalah hasil kerja bersama. Jangan ada yang merasa berperan lebih dalam mewujudkan prestasi itu.
