Pemilik Yayasan Bina Andi Mulya Kusumah Berjanji Akan Rekrut Warga untuk Bekerja di Dapur SPPG

Polemik Pembangunan MBG Yayasan Bina Andi Mulya Kusumah Berujung Kesepahaman
Polemik Pembangunan MBG Yayasan Bina Andi Mulya Kusumah Berujung Kesepahaman
0 Komentar

SUMEDANGEKPSRES – Pemerintah Kelurahan Pasanggrahan Baru memfasilitasi pertemuan antara warga dan pihak Yayasan Bina Andi Mulya Kusumah, terkait aspirasi masyarakat mengenai rencana pembangunan SPPG/MBG yang berlokasi di Jalan Lebak Huni RW 13, Sumedang Selatan, Rabu (4/2).

Pertemuan tersebut dihadiri perwakilan Yayasan Bina Andi Mulya Kusumah selaku pengelola SMK Pembangunan Indonesia, warga RT 3 dan RT 4 RW 16 serta RW 15 Cilipung serta unsur kelurahan.

Agenda utama pertemuan adalah mendengarkan aspirasi warga yang mempertanyakan proses perizinan pembangunan serta dampak keberadaan MBG terhadap lingkungan sekitar.

Baca Juga:Kepala Sekolah Harus Transparan tentang Keuangan, untuk Hindari FitnahBio Farma Perkuat Peran BUMN, Salurkan Vaksinasi Tetanus dan Bantuan Logistik bagi Korban Longsor

Lurah Pasanggrahan Baru, Harits Septian Yogaswara mengatakan, forum dialog tersebut menjadi ruang terbuka bagi warga, untuk menyampaikan unek-unek dan pertanyaan secara langsung kepada pihak yayasan.

“Alhamdulillah, hari ini semua pihak sudah duduk bersama. Warga sudah menyampaikan aspirasinya, terutama terkait perizinan, proses pembangunan MBG, akses jalan serta harapan agar warga sekitar dapat dilibatkan sebagai tenaga kerja,” ujar Harits.

Dikatakan Harits, pihak yayasan telah memberikan penjelasan bahwa proses perizinan MBG saat ini sedang berjalan dan telah menunjukkan progres signifikan.

“Tadi disampaikan oleh pihak yayasan, bahwa proses perizinan yang sebelumnya masih tahap awal, sekarang sudah mendapat lampu hijau. Ini yang kemudian meluruskan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” jelas Harits.

Selain itu, lanjut Harits, pihak yayasan juga berkomitmen untuk membuka peluang kerja bagi warga sekitar serta memperhatikan akses jalan dan dampak lingkungan dari aktivitas MBG tersebut.

“Pihak yayasan menyatakan Insyaallah akan mengutamakan warga sekitar untuk ikut bekerja di MBG. Akses jalan dan aspek lainnya juga akan diperhatikan sesuai hasil musyawarah hari ini,” katanya.

Harits menilai, dinamika yang sempat terjadi dipicu oleh kurangnya komunikasi di awal, mengingat pembangunan masih dalam tahap proses perizinan.

Baca Juga:Harlah ke-100 NU di Sumedang, Bupati Tegaskan Peran NU dan Peluang Kerja Sama InternasionalInvestor Kuwait Tertarik Investasi Peternakan Ayam dan Perkebunan Kopi di Sumedang

“Mungkin sebelumnya komunikasi belum terbangun karena masih on process, sehingga warga bertanya-tanya. Setelah ada kejelasan, Alhamdulillah sekarang warga sudah memahami,” papar Harits.

Sebagai tindak lanjut, pihak kelurahan bersama warga dan yayasan akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan guna memastikan kesepakatan berjalan sebagaimana mestinya.

0 Komentar