TANJUNGKERTA – Akses jalan penghubung Narogong–Cigentur di wilayah Tanjungkerta dikeluhkan warga karena rusak parah dan dinilai membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua.
Kerusakan terlihat di sejumlah titik dengan kondisi berlubang dan bertanggul. Jalan tersebut merupakan jalur aktivitas harian warga, termasuk akses ekonomi dan mobilitas antarwilayah desa.
Berdasarkan pantauan di lapangan, titik awal kerusakan berada di Jalan Sawah Jati RT 03 RW 02, Desa Guntur Mekar, yang berbatasan langsung dengan Desa Cipanas. Jalur ini mengarah ke kawasan Narogong dan Cigentur, termasuk melintasi area Sindang Taman sebelum belokan menuju pesantren.
Baca Juga:Alasan Kebutuhan Mendesak, DPRD Sumedang Siapkan Rp200 Juta untuk Rehab RuanganHarta Wakil Bupati Sumedang M Fajar Aldila Tembus Rp9,9 Miliar, Naik Rp1,8 Miliar dalam Setahun
“Kalau Sindang Taman itu sudah masuk Desa Cipanas, kalau yang ini Guntur Mekar,” ujar seorang warga, menjelaskan batas administratif di sekitar lokasi jalan rusak.
Kusnadi, warga setempat yang setiap hari melintasi jalur tersebut, mengaku kondisi jalan semakin memburuk dan membahayakan.
“Jalannya enggak enak dilalui, maunya sih bagus. Ini bisa ngerusak motor,” katanya.
Ia menambahkan, kerusakan jalan bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga keselamatan. Beberapa insiden kecelakaan disebut pernah terjadi akibat kondisi jalan yang tidak rata.
“Dulu sempat ada penjual sayur yang jatuh,” tuturnya.
Warga berharap pemerintah segera turun tangan melakukan perbaikan sebelum kerusakan semakin parah dan menimbulkan korban berikutnya. Pasalnya, jalur Narogong–Cigentur menjadi akses vital penghubung antarpermukiman sekaligus jalur penunjang aktivitas ekonomi masyarakat.(epa)
