Halte di Pusat Kota Rusak dan Kotor, Warga Sumedang Minta Perhatian Pemerintah

Halte Sumedang
DIKELUHKAN: Kondisi halte angkutan umum di kawasan Sumedang terlihat kurang terawat dengan cat yang mulai pudar serta dinding yang dipenuhi coretan, Kamis (12/3/2026).(Dok. Sumeks)
0 Komentar

KONDISI halte angkutan umum di Sumedang dikeluhkan warga karena terlihat tidak terawat dan semakin memprihatinkan. Fasilitas publik yang seharusnya menjadi tempat nyaman bagi masyarakat menunggu transportasi justru berubah menjadi lokasi kumuh, minim penerangan, bahkan kerap dijadikan tempat membuang sampah.

Sejumlah warga menilai kondisi halte tersebut sudah lama tidak mendapat perawatan. Selain cat yang mulai pudar dan bagian bangunan yang rusak, area sekitar halte juga dipenuhi sampah sehingga menimbulkan kesan kotor dan tidak nyaman.

Salah seorang warga, Fina, mengatakan bahwa kondisi halte tersebut sudah cukup lama dibiarkan tanpa perbaikan. Ia mengaku merasa kurang nyaman ketika berada di sekitar lokasi, terutama saat malam hari.

Baca Juga:SE Bupati Sumedang 60/2025 Diabaikan ASN, Sopir Angkot Keluhkan Jumat Ngangkot Tak EfektifProgram Jumat Ngangkot Bupati Sumedang Dinilai Tak Efektif, Sopir Angkot Sebut ASN Paling Satu-Dua yang Naik

“Kalau malam terasa kurang nyaman karena kondisinya tidak terawat dan penerangannya juga minim, jadi terlihat angker,” ujarnya kepada Sumeks, Rabu (12/3).

Menurut Fina, selain kotor dan rusak, halte tersebut juga sering disalahgunakan oleh sejumlah orang. Ia menyebut tempat itu kerap dijadikan lokasi membuang sampah sembarangan hingga tempat bermalam bagi tunawisma.

“Kadang ada orang yang buang sampah sembarangan, bahkan ada juga tunawisma yang tidur di sana,” katanya.

Ia menilai kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan masyarakat, tetapi juga merusak estetika lingkungan sekitar. Padahal, halte merupakan fasilitas publik yang seharusnya terjaga kebersihan dan fungsinya sebagai tempat menunggu angkutan umum.

Fina berharap pemerintah daerah dapat lebih memperhatikan kondisi fasilitas umum tersebut agar kembali layak digunakan masyarakat.

“Harapannya pemerintah bisa lebih memperhatikan fasilitas masyarakat. Kalau haltenya bersih dan terawat, orang juga pasti merasa nyaman untuk menunggu angkutan umum,” tambahnya.

Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Dewi. Ia mengaku kini jarang menggunakan halte tersebut karena kondisinya sudah jauh berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu.

Baca Juga:Jalan Lingkar Bendungan Sadawarna Ambles, Bupati Sumedang Janji Perbaikan Sebelum Lebaran500 Rumah Tidak Layak Huni di Sumedang Akan Direhab Lewat Program BSPS

“Sekarang sudah tidak sebagus dulu. Selain rusak, penerangannya juga kurang, jadi terasa kurang aman kalau menunggu di sana,” ujarnya.

Menurut Dewi, area sekitar halte juga sering terlihat kotor karena banyak sampah serta genangan air yang membuat tempat tersebut tampak kumuh dan tidak enak dipandang.

0 Komentar