“Kabel ini memang kebutuhan, tapi harus dikelola dengan baik. Tidak boleh ada lagi kesan semrawut. Harus ada timeline yang jelas, sehingga kita punya target Sumedang bebas kabel tidak tertata,” ujarnya.
Bupati juga mengajak seluruh pihak untuk mengubah pola pikir dalam bekerja demi keberhasilan program bersama.
”Harus punya mindset bahwa bekerja bukan untuk diri sendiri, tetapi sebagai upaya bersama dalam menyelesaikan program pembangunan. Penataan kabel ini harus menjadi gerakan bersama,” tambahnya.
Baca Juga:El Nino 2026 Ancam Sumedang, BPBD Petakan Kecamatan Rawan KekeringanNasib Puskesmas DTP Cimanggung Menggantung, Warga Menunggu Kepastian Pemkab Sumedang
Ia pun menegaskan bahwa Sumedang harus menjadi contoh dalam penataan infrastruktur telekomunikasi. “Sumedang harus jadi percontohan dalam penataan kabel yang rapi dan terintegrasi,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Korwil Jawa Barat Yudiana Arifin menyampaikan bahwa program penataan kabel ini telah dilaksanakan di berbagai kota dan kabupaten, dan kini mulai diterapkan di Sumedang.
”Program ini mencakup pelabelan kabel yang semrawut serta penataan jaringan di sejumlah titik strategis. Termasuk rencana relokasi kabel di kawasan Alun-alun dengan cara menurunkan kabel agar lebih tertata. Ke depan dilakukan dengan kabel yang ditanam di tanah,” jelasnya.(red)
