Pasar Lama, Janji Baru yang Belum Tiba

TPBS di Alun-alun Cimalaka
KOSONG: TPBS di Alun-alun Cimalaka yang disiapkan untuk relokasi pedagang masih tampak kosong dan sepi, Selasa (5/5), seiring pedagang memilih menunggu hasil musyawarah dengan pemerintah desa.(Achmad/Sumeks)
0 Komentar

DI tengah riuh aktivitas Pasar Cimalaka, ada sikap yang diam-diam menguat: bertahan. Sejumlah pedagang memilih tetap berjualan di pasar lama, menunda kepindahan ke Tempat Penampungan Berjualan Sementara (TPBS) yang hingga kini masih tampak kosong.

Bagi mereka, relokasi bukan sekadar pindah tempat. Ia menyangkut kepastian usaha, ukuran kios, hingga kejelasan prosedur yang belum sepenuhnya terjawab.

Tedi, salah satu pedagang, mengatakan para pelaku usaha sebenarnya tidak menolak pembangunan pasar. Namun, mereka meminta satu hal yang dianggap mendasar: musyawarah ulang.

Baca Juga:Dapur Gizi Sumedang jadi Etalase, Daerah Lain Datang BelajarMenjaga Hewan Kurban dari Penyakit yang Tak Terlihat

Ia merujuk pada audiensi dengan DPRD Sumedang pada 27 April 2026. Dalam pertemuan itu, Ketua DPRD Sidik Jafar meminta Pemerintah Desa Cimalaka segera menggelar musyawarah lanjutan dengan masyarakat.

”Diberi waktu satu minggu untuk musyawarah kembali,” ujar Tedi, kepada Sumeks, Selasa (5/5).

Waktu itu telah lewat. Undangan belum juga datang.

”Seharusnya Senin kemarin sudah ada tindak lanjut, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan,” katanya.

Bagi pedagang, penundaan ini bukan sekadar soal jadwal. Ini tentang arah. Mereka menginginkan transparansi mulai dari rekomendasi teknis hingga ukuran kios yang akan ditempati. Terlebih, rencana pembangunan pasar menyangkut aset desa yang menurut mereka harus disepakati bersama.

Di sisi lain, TPBS yang disiapkan sebagai lokasi relokasi sementara masih lengang. Lapak-lapak berdiri, tapi belum dihuni. Seolah menunggu keputusan yang belum selesai dibicarakan.

Para pedagang menegaskan, mereka tidak menolak perubahan. Namun perubahan, bagi mereka, harus lahir dari kesepakatan.

”Kalau sudah ada keputusan bersama, kami akan ikut. Yang penting adil dan jelas,” kata Tedi.

Baca Juga:Ketika Sungai Citarik Kehilangan TepiMusim Berubah, Penyakit Mengintai: Dinkes Sumedang Siaga Hadapi Lonjakan Kasus

Hingga kini, Pasar Cimalaka tetap berjalan seperti biasa. Tapi di balik aktivitas itu, ada satu hal yang belum bergerak: keputusan.(ahm)

0 Komentar