MENJELANG Hari Raya Idul Adha, pergerakan hewan kurban mulai meningkat. Kandang-kandang ramai, lapak penjualan bermunculan. Namun di sela aktivitas itu, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sumedang justru bekerja lebih senyap—memeriksa, mencatat, dan memastikan tak ada yang terlewat.
Melalui UPTD Perikanan dan Peternakan Wilayah Pamulihan, pemantauan kesehatan hewan kurban di wilayah Tanjungsari diintensifkan. Petugas turun langsung ke kandang-kandang, menyusuri satu per satu ternak yang akan diperjualbelikan.
Pelaksana Tugas UPTD, Rani Haryono, menyebut langkah ini sebagai upaya memastikan hewan yang sampai ke tangan masyarakat benar-benar sehat, layak, dan aman dikonsumsi.
Baca Juga:Ketika Sungai Citarik Kehilangan TepiMusim Berubah, Penyakit Mengintai: Dinkes Sumedang Siaga Hadapi Lonjakan Kasus
”Hewan yang dinyatakan sehat akan diberikan penanda, sebagai bukti sudah melalui pemeriksaan medis,” ujarnya kepada Sumeks, Selasa 5 Mei 2026.
Penanda itu berupa kalung sehat atau surat keterangan kesehatan hewan tanda kecil yang memuat jaminan besar.
Di lapangan, pemeriksaan dilakukan door to door. Dokter hewan memeriksa kondisi fisik ternak: suhu tubuh, nafsu makan, hingga gejala klinis yang bisa menjadi sinyal awal penyakit. Detail-detail yang bagi sebagian orang tampak sepele, justru menjadi penentu.
Dokter hewan wilayah Tanjungsari, Dian Pratiwi, mengingatkan ancaman yang selalu mengintai menjelang Idul Adha: Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Penyakit ini tak selalu terlihat kasat mata di awal, tapi dampaknya bisa meluas.
Pencegahan pun dilakukan berlapis penyemprotan disinfektan, pemberian vitamin, hingga pengawasan rutin. Hewan yang menunjukkan gejala mencurigakan seperti lesu, penurunan nafsu makan, atau perubahan fisik, langsung dipisahkan.
”Mereka dikarantina terlebih dahulu sampai dinyatakan sehat,” kata Dian.
Bukan hanya sebelum kurban, pengawasan juga berlanjut setelahnya. Lalu lintas ternak tetap dipantau, memastikan tidak ada celah bagi penyakit untuk menyebar.
Baca Juga:Tugas Tanpa JedaCator Uzur di Tengah Tumpukan Sampah
Sementara itu, di Pasar Hewan Tanjungsari, petugas melakukan pembersihan area. Upaya sederhana, tapi krusial, di tengah meningkatnya aktivitas jual beli. Sebab di tempat itulah, pertemuan antarhewan dari berbagai daerah bisa menjadi titik rawan penularan.(kos)
