Musim Berubah, Penyakit Mengintai: Dinkes Sumedang Siaga Hadapi Lonjakan Kasus

Dinkes Sumedang
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, Surdi Sudiana.
0 Komentar

PERALIHAN musim sering datang tanpa tanda yang jelas. Hujan mereda, udara mengering, dan perlahan pola penyakit pun berubah.

Di tengah kondisi itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang meningkatkan kewaspadaan. Potensi lonjakan kasus mulai dipetakan, mulai dari infeksi saluran pernapasan hingga penyakit berbasis lingkungan.

“Perhatian utama kami pada ISPA, diare, tifoid, dan demam berdarah,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, Surdi Sudiana, kepada Sumeks, Senin (4/5/2026).

Musim kemarau membawa dua risiko sekaligus.

Baca Juga:Tugas Tanpa JedaCator Uzur di Tengah Tumpukan Sampah

Di satu sisi, debu meningkat, memicu gangguan pernapasan. Di sisi lain, ketersediaan air bersih menurun—yang berujung pada persoalan sanitasi. Kombinasi itu membuka ruang bagi penyakit untuk berkembang.

“Air bersih yang terbatas bisa berdampak langsung pada kualitas sanitasi masyarakat,” kata Surdi. Karena itu, pendekatan pencegahan diperkuat.

Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kembali digencarkan. Hal-hal sederhana mencuci tangan, menjaga kebersihan air minum ditekankan sebagai benteng pertama.

Namun pendekatan ini tidak seragam.

Setiap wilayah memiliki karakteristik risiko yang berbeda. Daerah rawan kekeringan lebih rentan terhadap penyakit kulit dan gangguan pencernaan. Sementara kawasan padat penduduk berisiko tinggi terhadap penularan ISPA.

Artinya, ancaman tidak terpusat melainkan tersebar.

Dinas Kesehatan menetapkan seluruh wilayah dalam status kewaspadaan. Sebanyak 35 puskesmas diinstruksikan meningkatkan sensitivitas terhadap Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR).

Langkah ini menjadi bagian dari upaya deteksi cepat terhadap potensi lonjakan kasus.

Di sisi lain, kesiapan logistik dan tenaga surveilans juga diperkuat melalui skema Integrasi Layanan Primer.

Namun di luar sistem itu, peran masyarakat tetap menjadi kunci.

Baca Juga:Pengawasan Dahulu, Bangunan Kemudian, Puskesmas DTP Cimanggung Masih MisteriPuskesmas DTP Cimanggung Mandek, DPRD Sumedang: Jangan Terus Jadi Wacana!

Surdi mengingatkan pentingnya pola hidup CERDIK (cek kesehatan rutin, enyahkan asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet seimbang, istirahat cukup, dan kelola stres).

“Ini penting untuk menjaga imunitas tubuh,” ujarnya.

Imbauan lain yang tak kalah penting: jangan menunda berobat.

Dalam banyak kasus, keterlambatan penanganan menjadi faktor yang memperburuk kondisi pasien. Pengobatan mandiri yang tidak terukur juga dinilai berisiko.

0 Komentar